Merasa Tidak Dielus Melaney Ricardo, Elza Syarief Murka

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Elza Syarief memasuki Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, 5 April 2017. ANTARA FOTO

    Pengacara Elza Syarief memasuki Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, 5 April 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Elza Syarif melalui kuasa hukumnya Farhat Abbas akan melaporkan Nikita Mirzani dan Hotman Paris, atas peristiwa pertikaian yang terjadi dalam acara Hotman Paris Show. Elza merasa dirugikan atas tindakan Nikita yang menurutnya brutal.

    Elza juga mengeluhkan tindakan Melaney Ricardo yang malah menenangkan Nikita, ketimbang dia. "Saya bilang ke Melaney Ricardo, saya itu korban, yang dielus-elus kok orang yang brutal," ujar dia dalam video konferensi pers yang beredar di media sosial, Senin, 2 September 2019.

    Sebelumnya, Farhat Abbas memaparkan kondisi kesehatan Elza, yang menurun akibat perseteruan itu. "Kondisi Bu Elza masih syok akibat pertemuan itu. Bertemu orang yang tidak sopan," tutur Farhat.

    Akibat pertikaian antara Elza dan Nikita, maka Farhat sebagai kuasa hukumnya akan melaporkan Nikita Mirzani dan Hotman Paris. "Kami akan ada dua laporan, pertama Nikita, kemudian host-nya," kata Farhat.

    Perseteruan ini, berawal dari hak asuh anak kedua Nikita Ia tak bisa membendung emosinya saat dipertemukan dengan Elza Syarief, pengacara Sajad Ukra, mantan suaminya dalam kasus perebutan pengasuhan anak di Hotman Paris Show, Kamis, 29 Agustus 2019. 

    Nikita meluapkan amarahnya kepada Elza lantaran membuatnya menjadi tersangka dalam kasus penelantaran anak. "Gue jadi tersangka terhormat. Lu pikir apa gue narkoba? Gue maling? Karena gue sebagai seorang ibu yang membesarkan anak gue sendiri," teriaknya ke depan muka Elza. 

    Dalam unggahan di akun Instagramnya pada Jumat, 30 Agustus 2019, Nikita menunjukkan pasal 77 UU Perlindungan Anak yang dijadikan dasar Sajad dan Elza melaporkan dirinya dalam kasus penelantaran anak. "Ibu bilang melaporkan saya dalam kasus diskriminasi anak. Ini penjelasannya. Apakah ada ciri-ciri Azka mengalami gangguan yang ada di Pasal 77 itu," katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.