Al Ghazali Ternyata Berteman dengan Anak yang Dibunuh Ibu Tiri

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alghazali (Instagram @alghazali7)

    Alghazali (Instagram @alghazali7)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Al Ghazali rupanya berteman dengan M. Adi Pradana, pemuda 23 tahun yang tewas dibunuh bersama ayahnya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili oleh ibu tirinya. Kedekatan itu terlihat dari unggahan Al di akun Instagramnya pada Rabu, 28 Agustus 2019. 

    Anak sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu menulis salam perpisahan untuk Dana di Instastorynya. Ia mengunggah foto Dana. 

    "Selamat jalan brother. Semoga amal kebaikanmu diterima di sisiNya," tulis Al dengan menambahkan emotikon menangis. Tulisan ini berada di atas foto Dana. Pada bagian bawahnya, Al menuliskan, "Surga menantimu brother. RIP."

    Al Ghazali mengucapkan salam perpisahan kepada temannya, M. Adi Pradana yang tewas dibunuh ibu tirinya. Instagram/@alghazali7

    Kisah tewasnya Dana dan ayahnya ini menjadi viral lantaran setelah tewas, jasad mereka diangkut ke Sukabumi dan dibakar bersama mobilnya untuk mengesankan sebagai korban kebakaran mobil. Kasus istri bunuh suami ini didasari motif ingin menguasai harta. 

    Menurut Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Ajun Komisaris Besar Nasriadi,  pembunuhan ini didalangi oleh AK dan dibantu KV. Keduanya merupakan merupakan istri dan anak tiri Edi Chandra.

    "Motifnya ingin menguasai harta suaminya, rumahnya atas nama suaminya, sekaligus menghilangkan ahli waris, anak kandung suaminya (Edi)," ujar dia saat dihubungi, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Para pelaku pembunuhan terlebih dulu meracuni korban sebelum membakar keduanya dalam mobil. Saat ini, polisi telah menangkap empat orang pelaku pembunuhan yakni AK, istri korban, dan putranya, KV, serta dua pembunuh bayaran, A dan S. Dua orang ini dibayar AK untuk membunuh Edi dan Pradana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.