Ini yang Dilakukan Denada agar Tetap Semangat Mendampingi Shakira

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denada berbagi cerita dia dan ibu-ibu dari penyintas kanker saling menguatkan dan berjuang. Foto: Instagram

    Denada berbagi cerita dia dan ibu-ibu dari penyintas kanker saling menguatkan dan berjuang. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Denada Tambunan kerap berbagi rasa dan pengalaman bersama ibu-ibu yang memiliki anak para penyintas kanker. Di tengah perjuangan mereka mendampingi anak-anak menjalani pengobatan di National University Hospital di Singapura, para perempuan tangguh ini saling berbagi, menyemangati, dan menguatkan.

    “Senin ngumpul dan penuh cerita. Saling berbagi ketakutan, kesulitan, kebahagiaan, dan juga rasa syukur kami,” kata Denada dalam unggahan foto di akun Instagramnya, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Putri Denada, Shakira Aurum sudah satu tahun setengah ini menjalani perawatan di National University Hospital di Singapura karena menderita kanker darah. Untuk mencari dana pengobatan putrinya, Denada rela bolak-balik Indonesia-Singapura. Saat ini, ia juga sudah mengiklankan rumah mewahnya untuk dijual demi pengobatan permata hatinya ini.  

    Penyanyi rap dan dangdut ini membagi foto dia bersama dua perempuan lain serta bayi penderita kanker tengah meriung bersama. “Kadang ada ketawanya juga, walaupun banyakan ketawa getir ya Ibu-ibuuuu,” ujarnya.

     “Kami akan mengupayakan apapun untuk kesembuhan anak kami, agar mereka memiliki kesempatan hidup yang baik dan masa depan yang cerah.”

    Ia juga menyampaikan harapan yang sama kepada para perempuan yang sedang memperjuangkan kesembuhan anak mereka di Indonesia. “Tetap kuat dan semangat ya,” ucapnya.

    Unggahan mengharukan Denada ini ditimpali dengan saling menguatkan dari netizen yang juga sedang berjuang untuk kesembuhan anak mereka. “Saat ini aku juga sedang berjuang untuk kesembuhan anaknya yang mengidap penyakit hidrosefalus dan sakali lagi operasi bibir sumbing. Semoga semua ibu yang sedang sama-sama berjuang, diberikan kesehatan, umur yang panjang, dan rezeki yang berlimpah,” kata Vivit Verawaty.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.