Trump Salahkan Hollywood Atas Kekerasan di Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump Twitter

    Donald Trump Twitter

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan hal yang membingungkan di hadapan para wartawan di Gedung Putih. “Apa yang mereka lakukan dengan film-film yang mereka tonton, sebenarnya sangat berbahaya bagi negara kita. Apa yang dilakukan Hollywood adalah kerugian besar bagi negara kita," ujar Trump, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Pernyataan tersebut ia lanjutkan dalam cuitannya di Twitter. Cuitannnya tersebut disinyalir salah satu upaya untuk menepis retorikanya soal penembakan di Dayton dan El Paso. Ia menyalahkan Hollywood yang menginspirasi tindak kejahatan di masyarkakat.

    Konflik antar masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan ras, status sosial, dan lain-lain, kata Trump disebabkan oleh film keluaran Hollywood, yang menurutnya menimbulkan kekacauan. "Mereka menciptakan kekerasan mereka sendiri, dan kemudian mencoba menyalahkan orang lain. Mereka adalah rasis sejati, dan sangat buruk bagi negara kita!" kata Trump.

    Menurut Trump, pemikiran liberal Hollywood berasa dalam level rasis paling tinggi. Ia juga mengatakan jika orang-orang Hollywood acap kali menyebut dirinya elit, padahal kata Trump, mereka bukan bagian dari orang-orang elit.

    Pernyataan Trump tersebut berkaitan dengan ulasan Fox News mengenai film Blumhouse The Hunt yang segera tayang. Film tersebut dituduh telah menampilkan karakter konservatif yang diburu oleh sekelompok elit liberal.

    Film tersebut dibintangi oleh Hilary Swank, Betty Gilpin, Emma Roberts, dan banyak lagi. Padahal, film tersebut tidak menyebutkan atau memperlihatkan ideologi politik.

    The Hollywood Reporter juga mengungkapkan, terdapat klaim dari gerai-gerai konservatif seperti The Blaze atau The Epoch Times, karakter-karakter tersebut tampaknya tidak disebut sebagai pendukung Trump. Universal Studio, sebagai distributor film ini, enggan memberikan tanggapan atas hal ini.

    VANITYFAIR|HOLLYWOOD REPORTER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.