Pelajaran Cinta Sara Wijayanto: Jauhi Pria Main Tangan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sara Wijayanto. TABLOIDBINTANG.COM

    Sara Wijayanto. TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - Sara Wijayanto mengungkapkan pengalaman pahit saat menjalin asmara dengan seorang pria di masa lalu. Sebelum menikah dengan mentalis Demian Aditya, perempuan 40 tahun ini mengatakan pernah dekat dengan seorang lelaki, dan dia termakan cinta buta.

    Kisah cinta di masa lalu itu terungkap saat Sara Wijayanto berkomunikasi dengan makhluk yang umumnya disebut kuntilanak oleh masyarakat. Dalam video Youtube yang tayang di kanal YouTube Sara Wijayantopada pada Sabtu, 3 Agustus 2019, dia menunjukkan percakapannya dengan makhluk tersebut.

    Di video berjudul DMS Special JOGJA pt.2 - [Penelusuran], itu, Sara Wijayanto menceritakan sosok Ayu memiliki wajah penuh luka. Dan dia meninggal karena mengalami kekerasan saat menjalin hubungan asmara.

    Kisah cinta pilu yang dialami oleh sosok Ayu, menurut Sara Wijayanto, juga pernah dia alami di usia 20-an tahun. Sara menceritakan saat itu kekasihnya melakukan kekerasan fisik dengan cara memukul di bagian tubuh tertentu. "Aku bersyukur masih bisa hidup sampai hari ini," katanya.

    Foto Sara Wijayanto bersama Demian Aditya ini diunggah pada awal mei 2014. Followers Sara ada yang memuji kecantikannya, dan ada juga yang tidak menyetujui hubungan Sara-Demian. instagram.com/sarawijayanto

    Sara tak ingin ada orang lain yang mengalami apa yang terjadi kepadanya di masa lalu. Dia berpesan, tinggalkan hubungan yang tidak sehat, termasuk menggunakan kekerasan fisik sebelum terlambat.

    "Kalau pacar atau pasanganmu main tangan, tinggalkan dia sebelum terlambat," kata Sara Wijayanto. "Itu artinya dia enggak sayang sama kalian. Kalau sayang, orang itu akan berusaha bagaimanapun caranya untuk tidak menyakiti orang yang dia cintai."

    FIRA PRAMESWARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.