Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Catatan Kecil Reformasi

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, : Ibu dengan rambut beruban itu menghidangkan penganan makan siang di rumahnya yang sederhana. Di meja, hanya ada tiga orang: dia, suaminya, dan seorang kerabatnya. Namun, piring yang disediakan ada empat, lengkap dengan sendok dan garpunya. "Walau Wawan nggak ada, piring dan gelasnya selalu ada," kata si ibu, Sumarsih. Wawan yang ia maksudkan adalah putra sulungnya, Bernardus Realino Norma Irmawan, mahasiswa Universitas Indonesia yang tewas pada peristiwa berdarah Semanggi, 10 tahun silam. Sejak kematiannya, Sumarsih selalu merasa Wawan berada di sampingnya. "Saya berjanji akan melanjutkan perjuanganmu," ucap Sumarsih, bersimpuh di makam sang putra. Drama itu termaktub dalam film pendek berjudul Yang Belum Usai karya sutradara Ucu Agustin. Film itu diputar bersama 10 film pendek lainnya dalam sebuah rangkaian yang diberi tajuk "9808" di Kineforum Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa lalu. Film yang diputar dalam rangka memperingati 10 tahun reformasi itu bercerita tentang bagaimana menyikapi apa yang terjadi dalam 10 tahun terakhir, apa saja perubahan yang dialami, dan sudut pandang masyarakat awam akan perubahan itu. Film yang bercerita cukup lugas berjudul Sugiharti Halim karya Ariani Darmawan. Dengan cara penyajian bertutur oleh Sugiharti (diperankan oleh Nadia), film ini mengangkat soal diskriminasi yang dialami oleh masyarakat keturunan Tionghoa, terutama dalam hal keharusan mereka mengubah namanya menjadi nama Indonesia. Film ini, walau berisi tuturan seorang Sugiharti, lebih lengkap unsur filmnya. Selain adegan kencan, film ini menyuguhkan adegan ia diinterogasi aparat hingga soundtrack musik berbau pemberontakan yang menjadi penutup film. Hal ini tidak ditemui pada beberapa film pendek lainnya, seperti Bertemu Jen, yang hanya berisi adegan wawancara, atau Sedang Apa Saya Saat Itu, yang berisi tuturan dengan cuplikan foto-foto sekitar kejadian pribadi masing-masing pada 13 Mei 1998. Hal lain yang mencuri perhatian adalah film semidokumenter Sekolah Kami, Hidup Kami, yang berkisah tentang usaha sekelompok siswa membongkar korupsi di sekolah mereka di Solo. Padahal, di kepala sebagian siswa, pekerjaan guru adalah mulia dan tidak mungkin korupsi. "Di dalam kelas, kami tetap hormat sebagai guru. Di luar harus keras tanpa kompromi," ujar Dermawan, Ketua OSIS yang membongkar kasus itu. Menurut koordinator penyelenggara, Prima Rusdi, film-film tersebut merupakan rekaman arti reformasi dari sudut yang berbeda dengan yang dihadirkan oleh media dan penguasa. "Ini hanya catatan kecil dari kami," ujarnya. Selain di Jakarta, film "9808" yang menghadirkan teks berbahasa Inggris ini masih akan diputar di Yogyakarta (15 Mei), Semarang (25-27 Mei), Bandung (28-29 Mei), dan Kuala Lumpur (19-20 September). | TITO SIANIPAR
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mira W Puas Dengan Arini Besutan Ismail Basbeth

4 April 2018

Poster film Arini. twitter.com
Mira W Puas Dengan Arini Besutan Ismail Basbeth

Film Arini mampu menerjemahkan kisah dalam novel dengan baik dalam konteks kekinian


Film Indonesia Diputar di Busan International Film Festival 2017

17 Oktober 2017

Sumber: Dokumentasi pribadi
Film Indonesia Diputar di Busan International Film Festival 2017

Film Ismail Basbeth ini diputar perdana pada A Window on Asian Cinema. Memperkenalkan film-film pilihan dari Most Talented Asian Filmmaker of The Year


Garap Film Posesif, Sutradara Edwin: Tak Korbankan Idealisme

13 Oktober 2017

Sutradara Edwin, penulis naskah Gina S. Noer, Adipati Dolken, Putri Marino, duo produser Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia, yang membuat film Posesif saat di Bandung, 24 Januari 2017. TEMPO/ANWAR SISWADI
Garap Film Posesif, Sutradara Edwin: Tak Korbankan Idealisme

Menggarap film Posesif, menurut Edwin, sama sekali tidak mengorbankan idealismenya sebagai sutradara film selama ini.


Star Wars: The Last Jedi, Ungkap Siapa Jedi yang Terakhir

9 Oktober 2017

Figur dari film Star Wars dihadirkan dalam New York Comic Con di New York City, AS, 5 Oktober 2017. REUTERS
Star Wars: The Last Jedi, Ungkap Siapa Jedi yang Terakhir

Lucasfilm telah secara resmi mengumumkan bahwa trailer film Star Wars: The Last Jedi akan tayang pada hari Selasa, 10 Oktober 2017.


Di Pemutaran Film ini, Pria Kulit Putih Bayar Tiket Lebih Mahal

22 September 2017

Seorang pria melihat poster film lama di sebuah bioskop yang tidak terpakai di Al-Ahram, Tripoli, Lebanon, 5 Juli 2017. Kini Qassem Istanbouli mendapatkan dukungan finansial dari kementerian kebudayaan Lebanon, sebuah LSM Belanda dan Amerika Serikat untuk membangun mimpinya. REUTERS/Ali Hashisho
Di Pemutaran Film ini, Pria Kulit Putih Bayar Tiket Lebih Mahal

Shiraz Higgins ingin bicara soal adanya ketakadilan
pendapatan antara perempuan dan laki-laki di Kanada


Joko Anwar Gandeng Dua Seniman Main Film Pengabdi Setan  

22 September 2017

Poster film Pengabdi Setan. imdb.com
Joko Anwar Gandeng Dua Seniman Main Film Pengabdi Setan  

Di film Pengabdi Setan, Joko Anwar membutuhkan ada pemain
yang bisa menerjemahkan cerita melalui gestur. Ia melibatkan
dua seniman di Pengabdi Setan


Gerbang Neraka, Film Horor Dengan Format Berbeda

15 September 2017

Pemeran Film Gerbang Neraka Julie Estelle (kiri), Reza Rahadian (tengah) dan Dwi Sasono (kanan) berfoto bersama saat menghadiri peluncuran film Gerbang Neraka di Jakarta, 13 September 2017. Film Gerbang Neraka akan dirilis secara serentak di seluruh bioskop pada 20 September mendatang. ANTARA FOTO
Gerbang Neraka, Film Horor Dengan Format Berbeda

Film Gerbang Neraka digadang sebagai film horor yang dikemas
lain dari gaya film horor sebelumnya


Jay Subyakto Didemo Warga Keturunan Wandan Terkait Film Banda

31 Juli 2017

Ratusan warga keturunan asli Banda melakukan unjuk rasa, di halaman Gong Perdamaian Ambon, 31 Juli 2017. Aksi tersebut dilakukan menyusul pernyataan sutradara Film Banda The Dark Forgotten Trail, Jay Subiyakto yang dianggap menyudutkan warga asli Banda dalam promosi filmya. Foto: Rere Khairiyah
Jay Subyakto Didemo Warga Keturunan Wandan Terkait Film Banda

Ratusan warga mendesak DPRD untuk menunda penayangan film Banda yang disutradari Jay Subyakto.


Harry Styles dan Pangeran Harry Ramaikan Premier Film Dunkirk

15 Juli 2017

Harry Styles berakting di film Dunkirk. DAILYMAIL
Harry Styles dan Pangeran Harry Ramaikan Premier Film Dunkirk

Harry Styles mendampingi Pangeran Harry di karpet merah premier film Dunkrik karya Christopher Nolan.


Lebanon Akan Boikot Wonder Woman karena Diperankan Aktris Israel

31 Mei 2017

Aktris Gal Gadot memerankan perannya saat syuting film terbarunya, Wonder Woman. Film ini menceritakan sosok Diana, putri cantik asal Amazon yang dilatih guna menjadi ksatria tak terkalahkan, Wonder Woman. AP Photo
Lebanon Akan Boikot Wonder Woman karena Diperankan Aktris Israel

Aktris Israel, Gal Gadot yang jadi Wonder Woman disebut-sebut menjadi anggota militer Israel.