Deddy Corbuzier Balik Menantang Endorse Umrah, Langsung Mundur

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (kanan) bersama Artis Deddy Corbuzier (kiri) saat menghadiri Istighosah PBNU di Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019. Istighosah tersebut digelar untuk mendoakan Indonesia agar aman dan damai. ANTARA

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj (kanan) bersama Artis Deddy Corbuzier (kiri) saat menghadiri Istighosah PBNU di Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019. Istighosah tersebut digelar untuk mendoakan Indonesia agar aman dan damai. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Deddy Corbuzier menjadi mualaf pada Jumat, 21 Juni 2019. Sejak memeluk agama Islam, selebriti ini mengaku banyak penawaran yang datang kepadanya, terutama dari biro perjalanan haji dan umrah.

    "Saya bilang, kalau biaya umrah saya masih mampu. Kalau mau, Anda mengganti ongkos umrah saya dengan membiayai sepuluh orang tidak mampu. Langsung semuanya mundur," kata Deddy di kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama atau NU, Jakarta Pusat, Rabu 31 Juli 2019.

    Memasuki bulan Haji tahun ini pun, Deddy Corbuzier mendapat banyak tawaran pekerjaan. Dia menolak semua itu karena khawatir dianggap aji mumpung. Meski begitu, pria yang memiliki kakek beragama Islam ini mengaku ingin pergi ke Tanah Suci bila sudah berilmu.

    Pembimbing Deddy Corbuzier hingga memeluk agama Islam, Gus Miftah mengatakan, temannya itu masih harus banyak belajar. Saat ini perkembangan pembelajaran nilai-nilai agama Islam oleh mantan ilusionis tersebut terus meningkat.

    Deddy Corbuzier dan Gus Miftah. Youtube/@Deddy Corbuzier

    "Pernah saya ditanya bagaimana anak saya (Azka) setelah saya masuk Islam? Saya takut karena katanya kalau anak saya tidak masuk Islam maka dosanya yang menanggung adalah ayahnya," ujar Deddy Corbuzier. "Kalau kamu ingin membawa orang menikmati keindahan Islam. Jangan buat mereka takut."

    Pada kesempatan itu, Ketua Umum PB NU, Said Aqil Siradj mengatakan dua prinsip NU, yaitu moderat dan toleran. "Keduanya tidak terwujud kalau tidak didasari intelektual berbasis akhlak mulia atau berakhlakul karimah," ujar Said.

    Said Aqil lantas mengutip ayat dalam Al-Quran yang berisi jangan larangan mencaci maki orang yang tidak menyembah Allah, karena nanti mereka akan mencaci maki Allah. "Kenalkanlah citra Islam yang teduh, bukan Islam yang gaduh," ujar Gus Miftah menambahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.