Deddy Corbuzier Diberi Gelar Gus Lora, Apa Artinya?

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier (kanan) belajar menghapal surat Alfatihah bersama Gus Miftah di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Jumat, 21 Juni 2019. Deddy menyangkal menjadi mualaf karena akan menikah dengan tunangannya yang beragama Islam. Instagram/@Gusmiftah

    Deddy Corbuzier (kanan) belajar menghapal surat Alfatihah bersama Gus Miftah di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Jumat, 21 Juni 2019. Deddy menyangkal menjadi mualaf karena akan menikah dengan tunangannya yang beragama Islam. Instagram/@Gusmiftah

    TEMPO.CO, Jakarta - Host program acara Hitam Putih dan mentalis, Deddy Corbuzier mengaku baru saja mendapat gelar baru setelah dia mualaf. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj memberinya sebutan Gus Lora, saat mereka bertemu dalam acara istighotsah untuk Indonesia Aman dan Damai di halaman kantor PBNU, Rabu, 31 Juli 2019 malam.

    Dalam unggahan video di akun Instagramnya @mastercorbuzier, ayah satu anak ini membuat vlog bersama Gus Miftah untuk merekam keramaian suasana istighotsah yang diikuti ribuan warga NU. Ia duduk di sebelah Said Aqil Siradj, Sekretaris Jenderal PB NU Helmy Faishal Zaini, dan Gus Miftah yang duduk di deretan depan menghadap jamaah istighotsah. 

    “Luar biasa, ramainya luar biasa,” kata Deddy yang langsung ditimpali oleh Gus Miftah, “Cakar-cakar.” Kekasih Sabrina Chairunnisa itupun membenarkan dengan tertawa lebar sambil meneruskan, “Gue dicakar-cakar.”

    Ia memberikan keterangan pada unggahan video ini. “Masya Allah saya diberikan gelar Gus Lora oleh Kiai Said Aqil Siraj,” tulisnya. Sayangnya ia tidak menjelaskan makna gelar Gus Lora yang diberikan itu. Tapi, gelar Gus biasanya diberikan kepada anak kiai. Gelar Gus Lora juga pernah diberikan Said Aqil Siradj kepada pengacara, Hotman Paris Hutapea lantaran dianggap melayani masyarakat.  

    Sejak mualaf pada 21 Juni 2019, Deddy kerap berdekatan dengan kader Nahdlatul Ulama. Ia sendiri mengaku mengenal Islam setelah delapan bulan banyak bertanya kepada Gus Miftah, pendiri dan pengelola Pesantren Ora Aji, Kalasan, Yogyakarta yang kerap berceramah adi depan kelompok marjinal.  “PB NU, Islam yang indah adalah yang mernghargai semua perbedaan agama. And we in for it @gusmiftah,” ujarnya.

    Unggahan Deddy Corbuzier ini mendapat reaksi beragam dari netizen. Sebagian memujinya yang bisa duduk sejajar dengan Said Aqil dan dekat dengan NU.  Tapi ada juga netizen yang meledeknya salah gaul lantaran terlihat rapat dengan Nahdlatul Ulama.

    Oleh Deddy, ia membalas komentar ini dengan jawaban kalem. “Saya gaul sama mereka yang pada saat dulu saya non muslim…mereka tidak melarang masyarakat untuk nonton acara saya karena saya berbeda. Jadi menurut saya…Saat ini saya bergaul sama orang yang tepat.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.