Agensi Laporkan Penyebar Kabar Palsu Soal Perceraian Song Hye Kyo

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Song Hye Kyo. Instagram/@kyo1122

    Song Hye Kyo. Instagram/@kyo1122

    TEMPO.CO, Jakarta - Agensi aktris Song Hye Kyo, Kamis, mengadukan pengguna Internet ke polisi atas tuduhan menulis komentar kasar dan menyebarkan kabar palsu sehubungan dengan rencana perceraiannya dengan aktor Song Joong Ki.

    Dalam pengaduan yang diajukan ke Kantor Polisi Bundang di Seongnam, tepat di selatan Seoul, UAA Entertainment menyerukan hukuman atas beberapa orang tak dikenal yang diduga telah memfitnah aktris tersebut dengan menyebarkan desas-desus di berbagai komunitas online dan platform layanan jejaring sosial.

    "Kami mengajukan pengaduan terhadap banyak orang yang melakukan tindakan jahat dan menyebarkan kabar palsu. Untuk mereka, kami telah selesai mengumpulkan bukti," kata UAA dalam penyataannya, yang dikutip Yonhap, Kamis, 26 Juli 2019.

    Agensi Song Hye Kyo juga mengatakan mereka berencana mengajukan gugatan pidana tambahan terhadap pengguna komunitas online dan YouTube atas tuduhan pencemaran nama baik, setelah mengumpulkan bukti-bukti.

    UAA telah menunjuk firma hukum Kim & Chang sebagai tim hukum mereka pada 28 Juni. UAA bersumpah "tidak ada ampun" bagi mereka yang menulis dan menyebarkan unggahan tidak benar tentang Song Hye Kyo.

    Sementara itu, pengadilan telah menyetujui penyelesaian perceraian Song Hye Kyo dan Song Joong Ki, memungkinkan mereka bercerai secara hukum. Bulan lalu, perwakilan hukum mereka mengatakan pasangan itu mengambil langkah hukum untuk berpisah, sekitar dua tahun setelah menikah.

    Song Joong Ki menikah dengan Song Hye Kyo pada Oktober 2017 setelah keduanya tampil bersama sebagai aktor utama dalam serial drama 2016 yang sensasional "Descendants of the Sun."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.