Didi Kempot Cuit Lagu Ambyar Versi Joget, Sadboyis: Pipiku Basah

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Didi Kempot menghibur warga dalam konser Halal Bihalal di lapangan Goa Pindul, Kabupaten Gunung Kidul, Yogjakarta, Sabtu, 22 Juni 2019. Konser halal bihalal ini dihadiri ribuan warga Gunung Kidul dan juga warga negara Suriname keturunaan Jawa. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyanyi Didi Kempot menghibur warga dalam konser Halal Bihalal di lapangan Goa Pindul, Kabupaten Gunung Kidul, Yogjakarta, Sabtu, 22 Juni 2019. Konser halal bihalal ini dihadiri ribuan warga Gunung Kidul dan juga warga negara Suriname keturunaan Jawa. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Campursari Didi Kempot mulai aktif di Twitter belum lama ini yakni Juni 2019. Namun jangan salah pengikut akunnya sudah mencapai 57 ribu akun. Lewat Twitternya tersebut pria bermata belo ini kerap membagikan informasi soal kegiatan manggungnya atau pun karya-karyanya.

    Pada tanggal 18 Juli, Didi sempat membagikan tautan video klip lagu berjudul Ambyar. “Monggo, iki versi sing isa dijogeti,” tulis Didi. Kurang lebih artinya, silakan ini versi lagu yang bisa dipakai bergoyang. Ungaha tersebut diretweet 470 kali dan disukai 110000 kali.

    Ada banyak akun yang turut mengomentari cuitan tersebut. Rata-rata mengomentari dengan berbahasa Jawa. Salah satunya @jujursen**. “Aku lagi joget, tapi kok pipiku tiba-tiba basah,” cuitnya.

    Lagu Ambyar merupakan salah satu lagu Didi Kempot yang bahkan kini dijadikan nama salah satu komunitas penggemarnya yakni Sobat Ambyar. Lagu ini mengisahkan perasaan seseorang yang sudah kadung hancur karena dikecewakan dan termakan janji manis.

    Menurut Didi Kempot, sekitar 95 persen lagunya memang bertema tentang patah hati. Beberapa di antaranya adalah Cidro, Pamer Bojo, Banyu Langit, hingga lagu Janji Palsu. "Sampai sekarang ada 700-an lagu yang telah saya buat," katanya.

    Lagu-lagu tersebut membuat Didi Kempot mampu menjadi seniman papan atas di genre musik campursari. Penggemarnya bukan hanya berasal dari warga Indonesia, namun juga sampai di Belanda dan Suriname. "Campursari juga ternyata disukai oleh generasi millenial," katanya.

    Nama Didi Kempot tiba-tiba populer di jagat maya dalam sepekan terakhir. Videonya saat tampil di Taman Balekambang Solo menjadi viral di media sosial. Bahkan, namanya sempat menjadi topik terpopuler di Twitter Indonesia.

    Hal itu membuat beberapa penggemarnya membentuk wadah Solo Sad Bois Club dan memberikan julukan Godfather of Broken Heart kepada Didi Kempot. Pembentukan komunitas itu dilakukan di Rumah Blogger Indonesia (RBI) Solo, Sabtu malam, 15 Juli 2019.

    AISHA S | AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.