Reuni Sharkmove di Antara Dua Generasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: -- Sharkmove, band rock masa 1970-an, siap tampil reunian dalam acara Rock Dua Generasi di Mario's Place, Jakarta Pusat, malam ini. Mereka akan membawakan sejumlah lagu dari satu-satunya album yang pernah mereka rilis, plus beberapa lagu permintaan."Latihannya hanya dua minggu," kata Benny Soebardja, gitaris dan penyanyi utama band ini, melalui telepon dua hari lalu. "Mudah-mudahan tidak mengecewakan. Maklum, sudah 30 tahun tidak main. Sudah karatan." Terdengar tawanya berderai.Seperti tersurat pada namanya, acara yang diselenggarakan i-Rock!--sebuah wadah bagi penggemar rock di Indonesia--itu sebenarnya menampilkan pula pendatang baru: Idealego dan satu band yang akan membawakan karya-karya The Police. Sharkmove, bagi mereka yang mengikuti benar perkembangan musik rock di Indonesia, khususnya yang mengalami masa-masa 1970-an, adalah nama yang tak bisa dilupakan.Hal itu tak hanya karena beberapa personelnya, termasuk musisi yang disegani, tapi juga karena karya mereka. Satu-satunya album mereka, Ghede Chokra's (1970), merupakan rekaman pertama di Indonesia yang menggabungkan rock dengan harmoni tradisional serta elemen progresif. Ketika itu, King Crimson, band dari Inggris yang disebut-sebut sebagai pelopor progressive rock, bahkan baru saja merilis album debutnya, In the Court of the Crimson King, yang diakui sebagai karya monumental."Secara kualitas, album itu memang pantas diacungi jempol, terutama karena merupakan hal baru pada waktu itu," kata Andy Julias, Ketua Indonesian Progressive Society. "Tapi, sayangnya, kualitas itu tidak dibarengi dengan sukses komersial."Didirikan di Bandung oleh Benny pada 1970, Sharkmove terdiri atas Benny (gitar, vokal), Soman Loebis (keyboard, perkusi), Janto Diablo (bas, flute), dan Sammy Zakaria (drum). Waktu itu Benny masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung. Mula-mula dia mengajak sahabatnya, Soman, yang masih kuliah di Institut Teknologi Bandung. Mereka berdua lalu merekrut Janto dan Sammy.Dengan materi lagu-lagu yang ditulis oleh Benny (My Life, Butterfly, Evil War, dan Insan), Soman Loebis (Bingung), serta Janto (Harga dan Madat), mereka merekam album Ghede Chokra's di Musica Studio's. Mereka juga sempat tampil di beberapa kota.Pada akhir 1970, Soman meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Benny pun menghentikan aktivitas band tersebut karena sulit mencari penggantinya. Benny kembali bermain musik pada pertengahan 1971, tapi dengan band baru bernama Giant Step--yang kemudian juga menjadi salah satu grup rock terpenting di Indonesia pada 1970-an dan 1980-an.Ide penampilan reuni Sharkmove terbit pada awal tahun ini. Saat itu, Benny sedang berada di Inggris untuk menghadiri acara diskusi yang diprakarsai mahasiswa Indonesia di sana. "Saya melihat Sharkmove kurang diapresiasi di negeri sendiri," kata Benny. "Padahal album Sharkmove belum lama ini dirilis oleh label dari Jerman, Shadoks Music."Melalui kontak dengan i-Rock!, ide itu pun terwujud, sekalipun dari formasi orisinal: hanya Benny dan Janto. Selain untuk membangkitkan apresiasi, Benny punya tujuan lain, "Saya sekalian mau melepas anak saya yang bersama band-nya, Idealego, mau merilis album."l PUR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.