Yang Hyun Suk Jadi Tersangka Penyedia Prostisusi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi. Theglobeandmail.com

    Ilustrasi prostitusi. Theglobeandmail.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri YG Entertaiment, Yang Hyun Suk resmi ditetapkan menjadi tersangka penyedia layanan prostitusi.

    Kepolisian Korea Selatan menyatakan Yang Hyun Suk diduga melakukan tindak kriminalitas dengan menjadi mediator layanan seksual ke sejumlah pengusaha pada September 2014. "Kami telah menganalisis berbagai laporan dan data yang menunjukkan dugaan itu," kata sumber di kepolisian seperti dikutip dari Soompi, Kamis, 18 Juli 2019.

    Selain laporan dan pengakuan sejumah saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini, polisi juga berpegang pada data keuangan alias transaksi yang terjadi di rekening Yang Hyun Suk. Polisi telah menelisik laporan pengeluaran Yang Hyun Suk dan anggota YG Entertaiment pada September 2014.

    Dalam laporan tersebut, polisi menemukan bukti pengeluaran untuk layanan pekerja seks komersial. Ada pula pengakuan beberapa orang penyedia jasa prostitusi yang ikut dalam perjalanan ke Eropa bersama Yang Hyun Suk dan rekan bisnisnya pada Oktober 2014.

    Yang Hyun Suk pernah diperiksa terkait kasus ini pada 26 Juni 2019 lalu. Saat itu, dia diperiksa petugas kepolisian selama sembilan jam. Seusai diperiksa, Yang Hyun Suk membantah semua tuduhan tersebut. Yang Hyun Suk menjelaskan pada September - Oktober 2014 dia sering melakukan pertemuan dengan produser terkenal.

    Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Yang Hyun Suk sebagai tersangka dan dua orang pekerja di tempat hiburan. Salah satu rekan bisnis Yang Hyun Suk dan dua pekerja seks komersial juga telah ditahan oleh polisi.

    Terkait kasus ini, Yang Hyun Suk sudah mengundurkan diri dari YG Entertaiment sejak Juni 2019.

    SOOMPI | ALLKPOP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.