9 Fakta Soal The Lion King Versi Animasi

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • James Earl Jones dan JD McCrary dalam The Lion King (2019)

    James Earl Jones dan JD McCrary dalam The Lion King (2019)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini memasuki hari kedua dari penayangan The Lion King versi live action. Film ini diangkat dari kisah animasi berjudul serupa yang dirilis pada 1994. Dalam bentuk live action, karakter Simba, Mufasa, Nala, dan sejumlah karakter hewan lainnya menjadi nyata.

    Ada sejumlah fakta terkait cerita di balik produksi The Lion King 25 tahun lalu. Berikut di antaranya:

    1. Film ini awalnya diberi judul King of the Jungle, namun akhirnya Disney memutuskan mengubah judul tersebut setelah menyadari singa tidak benar-benar tinggal di hutan.

    2. Adegan Be Prepared diduga terinspirasi rekaman Nazi Jerman, dan berulang kali dibandingkan dengan Adolf Hitler yang berdiri di podium menghadap para pengikutnya.

    3. Disney awalnya menincar Sean Connery dan Liam Neeson sebagai pengisi suara Mufasa, tetapi tidak satu pun dari mereka yang akhirnya mengisi suara sang raja hutan. Juga soal pengisi suara hyena, Banzai dan Shenzi. Mulanya Disney ingin karakter tersebut disuarakan oleh Cheech Marin dan Tommy Chong. Ketika Tommy tidak tersedia, mereka memilih Whoopi Goldberg.

    4. Butuh waktu lebih dari tiga tahun untuk menghidupkan adegan kerusuhan di ngarai. Rekaman ini berlangsung sekitar dua setengah menit. Dan Mufasa awalnya tidak dimaksudkan untuk muncul lagi setelah kematiannya. Namun produsen ingin ada alasan kuat bagi Simba untuk kembali ke Pride Rock.

    5. Can You Feel the Love Tonight awalnya dihapus dari potongan terakhir. Ketika Elton John melihat film beberapa minggu sebelum dirilis, lagu tersebut dimasukkan kembali.

    6. Scar dan Mufasa dalam skrip awal tidak punya kaitan apa-apa. Namun penulis berpikir tentu akan menjadi cerita yang lebih menarik jika mereka bersaudara.

    7. Lagu ikonik I Just Can Wait To Be King pada awalnya dimaksudkan sebagai lagu untuk Mufasa yang disebut To Be King. Namun akhirnya menjadi lagu bagi Simba kecil.

    8. Lion King adalah film animasi terlaris tertinggi dalam sejarah hingga 2013 saat Frozen menggeser posisi puncak tersebut.

    9. Animator pergi melihat kehidupan singa dan anaknya di habitat mereka untuk memastikan The Lion King mencerminkan sifat asli mereka. Seekor singa dan anaknya juga sempat dibawa ke studio sehingga anatomi mereka dapat diamati. Lebih dari 600 teknisi, animator dan seniman berkontribusi dalam film ini, dan lebih dari 1 juta gambar dibuat secara total.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.