Joe Taslim Perankan Sub-Zero dalam Film Mortal Kombat

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joe Taslim (Warner Bros Interactive/Getty Images)

    Joe Taslim (Warner Bros Interactive/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor laga asal Indonesia Joe Taslim dipastikan bermain dalam film adaptasi video game Mortal Kombat. Dalam film adaptasi ini Joe Taslim akan berperan sebagai karakter Sub-Zero.

    Sub-Zero merupakan salah satu karakter original dari game Mortal Kombat 1992. Karakter ini dikenal memiliki kekuatan serangan es dan memiliki musuh Scorpion.

    Sebelumnya, pada tahun 1995 game ini juga pernah diadaptasi menjadi film dengan sutradara Paul W.S. Anderson dan menghasilkan keuntungan sebesar 122 juta dolar Amerika. Film box office ini kemudian dilanjutkan dengan sekuelnya pada tahun 1997 yang berjudul Mortal Kombat: Annihilation.

    Sekuel terbaru Mortal Kombat kali ini akan diproduseri oleh James Wan yang sudah pernah memproduksi sejumlah film box office seperti Saw, Dead Silence, Insidious, The Conjuring, dan Furious 7. Film ini juga sekaligus menjadi debut penyutradaraan bagi Simon McQuoid. Selain itu Greg Russo yang juga menggarap film Resident Evil akan berperan sebagai screenwriter dalam film ini.

    Mortal Kombat sendiri merupakan salah satu video game yang memiliki keuntungan paling besar di dunia. Pada saat dirilis tahun 1992, game ini terjual lebih dari 49 juta kopi.

    Joe Taslim dikabarkan akan mulai melakukan shooting film Mortal Kombat di Australia akhir taun ini. Sebelumnya Joe sudah beberapa kali membintangi film Hollywood seperti Fast and Furious 6 dan Star Trek Beyond. Film yang diproduksi oleh Warner Bros ini dikabarkan akan dirilis pada 5 Maret 2021.

    Baca juga: Film Hit & Run Obat Kangen Yayan Ruhian Tarung dengan Joe Taslim

    AULIA ZITA| HOLLYWOOD REPORTER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.