Teater Sunda Kiwari Masuk Rekor MURI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Teater Sunda Kiwari meraih rekor ke-3.070 Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelaksana Festival Drama Bahasa Sunda terlama.“MURI memberikan penghargaan ini pada Jumat lalu di Semarang,” ujar R Dadi P Danusubrata, sutradara sekaligus penanggung jawab Teater Sunda Kiwari di Bandung hari ini.Menurut Dadi, penghargaan itu diberikan karena Teater Sunda Kiwari telah menggelar Festival Drama Bahasa Sunda selama 20 hari pada tanggal 11 Februari–1 Maret lalu di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung. “Acara itu diikuti oleh 70 kelompok teater,” ujar Dadi.Dadi menambahkan, rekor MURI ini diperoleh atas usulan yang diajukan Kelompok Diskusi Kota Bandung Kidul, Rumah Baca Buku Sunda, Panglawungan Pangarang Sastra Sunda, dan Yayasan Perceka. “Jadi rekor ini sebenarnya bukan target yang ingin diperoleh dari festival itu,” kata Dadi.Keempat kelompok itu menilai Teater Sunda Kiwari layak diapresiasi karena mampu bertahan sebagai kelompok teater Sunda selama 33 tahun. Teater ini juga dinilai bisa menjadi teladan konkret bagi semua pihak yang mencintai kebudayaan Sunda.Dalam festival tersebut, kata Dadi, para peserta harus memilih untuk menampilkan satu dari enam naskah yang ditawarkan panitia. Keenam naskah itu adalah “Rorongo” karya Arma Djunaedi, “Badog” karya Dipa Galuh Purba, “Jeblog” karya Nazarudin Azhar, “Karikatur nu Gelo” karya Arthur Supardan Nalan, “Akalna si Apin” karya Moliere, yang disadur oleh Rosyid E Abby, dan “Randu Jalaprang” karya Tatang Sumarsono.Rana Akbari Fitriawan

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?