Yanni Campur Musik Antar-Negara di Prambanan Jazz Festival

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Yanni di Prambanan Jazz Festival di Yogyakarta, Sabtu malam, 6 Juli 2019. TEMPO | Shinta Maharani

    Penampilan Yanni di Prambanan Jazz Festival di Yogyakarta, Sabtu malam, 6 Juli 2019. TEMPO | Shinta Maharani

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Komponis Yunani, Yanni menyuguhkan orkestra dengan sentuhan musik dari beragam negara di antaranya Yunani, Cina, dan Timur Tengah di Prambanan Jazz Festival di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu malam 6 Juli 2019.

    Baca: Prambanan Jazz Festival, Yanni Takjub dengan Candi Prambanan

    Bersama para musikus veteran yang dia boyong ke panggung, Yanni menghadirkan nuansa musik Cina dengan nada yang mengiringi suara penyanyi perempuan yang melengking seperti suara burung.

    Panggung Yanni di Candi Prambanan terlihat megah dengan lampu berwarna ungu yang menyorot ke sana ke mari. Lelaki berkumis tebal itu tampil total memimpin orkestra selama dua jam lebih. Yanni terlihat ramah dan seringkali menyapa penonton dari atas panggung. "Saya di sini. Senang bersama Anda," kata Yanni.

    Konser bertajuk 25th Anniversary Acropolis itu menyajikan 23 judul musik instrumen. Deretan musik yang diperdengarkan antara lain For All Seasons, Keys To Imagination, Felitsa, With an Orchid, Santorini, dan The Storm.

    Komponis asal Yunani, Yanni saat jumpa pers di Prambanan Jazz Festival, Kamis 4 Juli 2019. TEMPO | Shinta Maharani

    Yanni dikenal sebagai pemusik beraliran New Age: musik dengan instrumen, berbagai macam suara, dan membawa ketenangan untuk meditasi dan relaksasi. Lelaki berusia 64 tahun ini memasukkan unsur jazz, rok, pop, dan musik tradisional dalam setiap konsernya. Yanni kerap tampil di situs-situs warisan budaya dunia, misalnya di Akropolis Yunani, Taj Mahal India, Forbidden City Cina, dan Piramida Mesir.

    Baca juga: Komponis Yunani Yanni Tampil di Prambanan Jazz Festival

    Penampilan Yanni ini adalah kali pertama di Indonesia. CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi mengatakan konser Yanni di Indonesia ini merupakan satu-satunya di Asia Pasifik. Selepas tampil di Prambanan Jazz Festival, Yanni langsung bertolak ke Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.