Anjing Masuk Masjid, Deddy Corbuzier Kagum Penanganan ke Anjing

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier by TabloidBintang.Com

    Deddy Corbuzier by TabloidBintang.Com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah video yang memuat gambar seekor anjing masuk masjid menjadi viral di media sosial. Anjing tersebut dibawa oleh seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa.

    Baca juga: MUI Gelar Rapim Bahas Perempuan Bawa Anjing ke Dalam Masjid

    Kejadian ini menjadi perbincangan netizen. Deddy Corbuzier yang menjadi mualaf pada 21 Juni 2019, turut memperhatikan isu tersebut. Dia membuat sebuah video di akun Youtube Channel resminya, dengan judul 'Anjing Masuk Masjid, Gue Bangga Sama Islam'.

    Deddy Corbuzier menyatakan salut dengan orang di sekitar masjid yang mengetahui kejadian itu. Saat tahu ada seekor anjing yang masuk ke dalam masjid, menurut Deddy Corbuzier, mereka tidak menyiksa anjing itu. "Tidak ada perilaku apapun yang menyiksa anjing tersebut ketika anjing itu ada di dalam masjid. Dan itu luar biasa, gue kagum sekali," ujar Deddy Corbuzier.

    Tidak menyiksa anjing tadi, menurut dia, adalah langkah yang tepat karena tentu saja anjing itu tidak bersalah. "Jangan menyalahkan agamanya," kata dia. Deddy Corbuzier menyayangkan tindakan perempuan yang membawa anjing tersebut ke dalam masjid.

    Masjid Al-Munawaroh, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin 1 Juli 2019. Lokasi ini sempat gaduh karena seorang perempuan datang bawa anjing masuk masjid. TEMPO/ADE RIDWAN

    Kepala Sub Bagian Humas Polres Bogor, Ajun Komisaris Ita Puspita Lena mengatakan perempuan yang membawa anjing ke dalam masjid itu sudah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama.

    Kendati memiliki riwayat gangguan kejiwaan dari dua rumah sakit, Ita mengatakan SM tetap ditahan. "Untuk penanganan kasus berlanjut terus sampai pengadilan," kata Ita.

    Baca: Bawa Anjing Masuk Masjid, SM Resmi Tersangka Penistaan Agama

    Berdasarkan rekam medis SM, tim ahli kejiwaan dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyatakan perempuan itu menderita dua tipe skizofrenia, yakni skizofrenia paranoid dan skizoafektif. SM telah menjalani perawatan gangguan kejiwaan sejak 2013. Namun dia tidak rutin berobat dan menolak minum obat karena merasa tidak sakit.

    AULIA ZITA LOPULALAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.