Arswendo Atmowiloto Sakit, Sahabat Menjenguk dan Kirim Doa

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arswendo Atmowiloto. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Arswendo Atmowiloto. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesehatan sastrawan Arswendo Atmowiloto menurun, hal tersebut disampaikan sahabatnya yang juga seniman Rudolf Puspa. Dalam unggahannya di Instagram, ia mengabarkan jika Arswendo dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina, kemarin pagi.

    "Kondisinya tadi pagi drop, dibawa dengan ambulans ke RS Pertamina, mohon doa ya," tulis dia dalam keterangan foto yang ia unggah pada Senin, 24 Juni 2019.

    Rudolf menuturkan, jika Arswendo terkena kanker prostat, sudah dua bulan ia melawan penyakitnya tersebut. Arswendo juga sudah menjalani operasi dua kali.

    Sebelumnya, pada Sabtu, 15 Juni 2019, beberapa rekan Arswendo menjenguknya di rumah. Antara lain Harry Tjahjono, Slamet Raharjo dan Eros Djarot. Dalam foto tersebut, nampak Arswendo yang berbaring mengenakan sarung dan kaus putih, dikelilingi sahabatnya.

    "Saya menemani Mas Slamet Rahardjo dan Mas Eros Djarot menjenguk Mas Arswendo. Ngobrol, guyon dan kangen-kangenan sobat lama. Semoga kesehatan Mas Wendo terus membaik," tulis Harry dalam cuitannya.

    Belakangan, kesehatan Arswendo semakin menurun, hal tersebut juga disampaikan oleh Harry. Ia mengatakan dalam satu bulan kondisi Arswendo mulai menurut. Sebelumnya, Arswendo masih dapat duduk dan bercanda dengan Harry, dan berbincang soal ide-ide.

    Namun, satu minggu kemudian, kata Harry, Arswendo lebih nyaman tiduran, dan menanggapi lelucon dari Harry dengan senyuman. "Tetap semangat, Mas Wendo. Semoga Tuhan memberikan kesembuhan," kata dia.

    Baca juga: Arswendo Atmowiloto Senang Keluarga Cemara Tembus Sejuta Penonton

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.