Iko Uwais Rasakan Perbedaan Syuting Ala Hollywood dan Indonesia

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor laga Iko Uwais ditemui saat pemutaran perdana film terbarunya Stuber di Epicentrum Cinema XXI, Jakarta, Senin, 24 Juni 2019. Dalam Stuber, Iko Uwais beradu peran dengan Kumail Nanjiani dan Dave Bautista, bintang film Marvel,Guardians Of The Galaxy. TEMPO/Nurdiansah

    Aktor laga Iko Uwais ditemui saat pemutaran perdana film terbarunya Stuber di Epicentrum Cinema XXI, Jakarta, Senin, 24 Juni 2019. Dalam Stuber, Iko Uwais beradu peran dengan Kumail Nanjiani dan Dave Bautista, bintang film Marvel,Guardians Of The Galaxy. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa kali bermain film bersama rumah produksi luar negeri khususnya Hollywood, membuat Iko Uwais merasakan perbedaan syuting di luar negeri dengan di Indonesia.

    "Kalau kerja di luar itu masalah waktunya, sangat disiplin. Kelebihan syuting satu menit pun harus izin, karena ada syuting kan melibatkan aktor dan kru yang banyak. Enggak bisa tuh 24 jam syuting, kru juga punya hak," ujar Iko dalam jumpa pers film Stuber di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

    "Di sana sangat dihargai tenaga, pikiran dan waktunya. Semua divisi sama, harus fokus pada job desk masing-masing," lanjutnya.

    Selain itu, dalam produksi Hollywood seorang aktor benar-benar diberi fasilitas terbaik. Menurut Iko hal ini akan mempengaruhi kinerja di depan layar.

    "Seorang aktor harus bisa 1.000 persen di depan kamera. Fasilitas dikasih dari produksi, kita bisa istiharat, meluangkan waktu sebelum syuting, kita bisa istirahat. Enggak dibedakan karakter kecil dan besar. Mereka kerja ya kerja, istirahat ya istirahat," kata suami Audy itu.

    Meski demikian, sisi kekeluargaan lebih dirasakan di Indonesia. Menurut pemain Miles 22 itu, para pemain dan kru di luar negeri hanya fokus pada pekerjaan masing-masing.

    "Saya sebagai pemain, kalau di sini kekeluargaan. Kalau di sana tidak. Bukan pekerjaan mereka, tidak akan menyentuh job desk lain," jelas pemain The Raid itu.

    Sementara itu, Iko juga mengatakan bahwa kesempatan aktor Indonesia bermain di luar negeri kini sudah sangat terbuka, bahkan para pemainnya tidak lagi dipandang sebelah mata.

    "Aktor di Indonesia enggak dipandang sebelah mata lagi. Teman-teman sudah banyak prestasinya di luar ekspektasi, Joe (Joe Taslim), Yayan (Yayan Ruhian), Cecep (Cecep Arif Rahman) bekerja di luar negaranya, pengalaman yang enggak bisa dibayar dengan uang," ujar pemain The Night Comes for Us.

    Beberapa film produksi luar negeri yang pernah dimainkan Iko Uwais adalah Miles 22, Beyond Skyline, Star Wars: Episode VII - The Force Awakens, Man of Tai Chi dan Triple Threat.

    Baca juga: Warnai Rambut untuk Film Stuber, Iko Uwais Masuk Rumah Sakit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.