Dalang Setan Tersaingi dengan Sidang Sengketa Pemilu di MK

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Majleis Hakim Anggota Mahkamah Konstitusi bersama kuasa hukum pemohon, termohon, pihak terkait saat membandingkan contoh amplop milik saksi Prabowo - Sandi dan amplop coklat milik KPU saat sidang sengketa hasil pilpres yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Kamis, 20 jUNI 2019.  Setelah didicocokan terdapat beberapa perbedaan antara kedua amplop. Pertama yakni kolom informasi jumlah lembar dalam amplop milik Betty yang kosong. Kedua tak ada jejak lem, dan tak ada bekas segel. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Majleis Hakim Anggota Mahkamah Konstitusi bersama kuasa hukum pemohon, termohon, pihak terkait saat membandingkan contoh amplop milik saksi Prabowo - Sandi dan amplop coklat milik KPU saat sidang sengketa hasil pilpres yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Kamis, 20 jUNI 2019. Setelah didicocokan terdapat beberapa perbedaan antara kedua amplop. Pertama yakni kolom informasi jumlah lembar dalam amplop milik Betty yang kosong. Kedua tak ada jejak lem, dan tak ada bekas segel. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Solo - Dalang Ki Mateb Sudarsono mengaku kagum saat melihat tayangan sidang sengketa pemilu di Mahkaman Konstitusi atau MK melalui televisi. Pihak-pihak yang terlibat mampu mengikuti sidang semalam suntuk. "Saya merasa tersaingi sama sidang di MK itu," kata Ki Manteb saat ditemui di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis 20 Juni 2019.

    Baca: Sebanyak 11 Parpol Ajukan Permohonan Sengketa Pemilu ke MK

    "Saya semalam mendalang, pulang ke rumah menjelang Subuh," kata Manteb bercerita. Setiba di rumah, dia mengisi waktu dengan menyetel televisi. Ternyata, ada salah satu stasiun berita yang menayangkan pemberitaan mengenai sidang di Mahkamah Konstitusi yang masih berlangsung.

    Seniman yang dikenal dengan julukan Dalang Setan itu mengaku kagum dengan pihak-pihak yang terlibat dalam persidangan sengketa pemilu di MK. Musababnya, mereka mampu terjaga semalam suntuk meski telah bersidang sejak pagi. "Sebagai dalang saya merasa tersaingi," kata Ki Manteb sembari terkekeh.

    Pertunjukan Wayang Kulit oleh Ki Manteb Soedharsono pada malam tahun baru 2019 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta 31 Desember 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Kendati terbiasa mendalang semalam suntuk, Ki Manteb mengaku tidak mungkin sanggup melakukan hal yang sama. "Saya kuat melek cuma saat mendalang saja," kata kakek berusia 70 tahun itu. Di luar urusan itu, dia memilih untuk tidur lebih awal demi menjaga stamina.

    Baca juga: Rahasia Dalang Ki Manteb Soedharsono Masih Kebanjiran Panggung

    Sebagai seorang dalang yang terbiasa berpentas semalam suntuk, Ki Manteb merasa perlu untuk menjaga kondisi tubuhnya. Saat bekerja, dia harus duduk bersila di malam hari selama lebih dari enam jam dengan mengenakan pakaian tradisional lengkap.

    Aktivitas tersebut dilakoninya selama lebih dari setengah abad. Ki Manteb Sudarsono memang merupakan salah satu dalang papan atas di Indonesia dan sudah cukup sering mendapat tanggapan mendalang hingga luar negeri, seperti di Jepang, Belanda hingga Suriname.

    Meski demikian, Ki Manteb mengatakan wajah orang-orang dalam persidangan itu terlihat sangat lelah. Menurutnya, ekspresi kelelahan tidak boleh diperlihatkan oleh seorang dalang saat tengah memainkan wayang semalam suntuk. "Kalau kelihatan ngantuk bisa diejek penonton," katanya.

    Simak: 14 Tahun Ki Manteb Soedharsono Menanti Hari Wayang Dikukuhkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.