Teater Koma Segera Pentaskan Goro Goro Mahabarata 2, Cek Tiketnya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pementasan Teater Koma membawakan lakon Mahabarata, Asmara Raja Dewa di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 15 November 2018. Teater Koma menghidupkan kembali cerita klasik dewa dan pewayangan yang dikemas secara modern. Pentas ini juga menjadi pembuka bagi semesta lakon-lakon lainnya. TEMPO/Nurdiansah

    Pementasan Teater Koma membawakan lakon Mahabarata, Asmara Raja Dewa di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 15 November 2018. Teater Koma menghidupkan kembali cerita klasik dewa dan pewayangan yang dikemas secara modern. Pentas ini juga menjadi pembuka bagi semesta lakon-lakon lainnya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, JakartaTeater Koma kembali menggelar produksinya yang ke-158, dengan lakon Goro-Goro Mahabarata 2. Pagelaran yang diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada 25 Juli-4 Agustus 2019 ini, merupakan karya dari N. Riantiarno.

    Untuk pembelian tiket dengan diskon 20 persen, dibuka pada 26 Juni 2019 pada pukul 00.01 WIB, dengan kuota terbatas. "Untuk harga normal dimulai pada 2 Juli 2019, pukul 12.00," tulis keterangan tiket di website Teater Koma, Selasa, 18 Juni 2019.

    Tiket tersebut dalam dibeli di www.teaterkoma.org, go-tix.id, dan blibli.com. Untuk harga tiketnya, dibagi dalam beberapa kategori, yaitu Senin Nonton Hemat Rp320 ribu untuk harga paling tinggi dan Rp60 ribu untuk harga paling murah. Setidaknya ada enam jenis tiket berdasarkan tempat duduk yang dijajakan.

    Untuk harga tiket pertunjukan di hari Selasa hingga Kamis, dibanderol dengan harga berbeda, antara lain Rp400 ribu untuk harga paling tinggi dan Rp75 ribu untuk harga terendah. Harga tiket tertinggi dijual pada hari libur, yaitu di hari Sabtu dan Minggu. Tiket tersebut dibanderol Rp500 ribu untuk kelas paling atas dan Rp100 ribu untuk tiket dengan harga terendah.

    Lakon Goro-Goro Mahabarata 2, menceritakan Semar dan Togog yang turun ke Marcapada dan ditugaskan menghamba kepada raja-raja di sana. Semar menjadi punakawan para ksatria yang membela kebenaran. Sedang Togog menghamba kepada para raksasa penyebar kejahatan.

    Nasib mereka sangat berbeda. Semar sangat dihormati oleh para ksatria yang dibimbingnya. Pendapat dan nasehatnya dituruti. Sedangkan Togog, oleh para raja angkara, nasehatnya kadang didengar, lebih sering disepelekan.

    Teater ini dilakoni nama-nama besar seperti Slamet Rajardjo, Idries Pulungan, Budi Ros, Ratna Riantiarno, Rangga Riantiarno, Tuti Hartati, Dorias Pribadi, Sari Madjid, Daisy Lantang, Ratna Ully, Bayu Dharmawan Saleh, Emanuel Handoyo, Dana Hassan, Sir Ilham Jambak, Zulfi Ramdoni, Angga Yasti, Suntea Sisca, Indri Djati, dan lain-lain.

    Baca juga: Rekor Nano Riantiarno, Pentas Teater Koma Hanya 3,5 Jam

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.