Didi Kempot Jadi Dewa Patah Hati Gara-gara Manggung Saat Lebaran

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut Didi Kempot dan rekannya menyanyi saat kampanye PDIP di Sleman, Yogyakarta, (1/4). Kampanye terakhir PDIP di Yogyakarta di bagi di dua tempat yaitu di Alun-alun selatan dan di Sleman. ANTARA/Regina Safri

    Penyanyi dangdut Didi Kempot dan rekannya menyanyi saat kampanye PDIP di Sleman, Yogyakarta, (1/4). Kampanye terakhir PDIP di Yogyakarta di bagi di dua tempat yaitu di Alun-alun selatan dan di Sleman. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Solo - Komunitas pengagum penyanyi campursari asal Solo, Didi Kempot dideklarasikan pada Sabtu malam, 15 Juni 2019. Pembentukan komunitas Solo Sad Bois Club yang sekaligus menobatkan Didi sebagai Dewa Patah Hati itu berawal dari pesan yang viral di media sosial.

    Baca: Didi Kempot Bergelar Dewa Patah Hati, Julukannya Lord Didi

    Inisiator Solo Sad Bois Club, Fajar Romadona menceritakan pada Lebaran lalu Didi Kempot manggung di Taman Balekambang Solo. "Kami iseng-iseng merekamnya dan mengunggahnya di media sosial," katanya di sela deklarasi komunitas di Rumah Blogger Indonesia atau RBI Solo, Sabtu malam 15 Juni 2019.

    Tayangan video tersebut diposting ulang oleh Agus Mulyadi, seorang pesohor media sosial asal Magelang. Tidak dinyana, video tersebut menjadi viral di media sosial. "Videonya tembus 400 ribu tayangan," kata Fajar.

    Banyak warganet yang ternyata mengagumi penyanyi campursari asal Solo tersebut dan mengomentari video tadi. "Hingga kini, notifikasi komentar belum berhenti," katanya. Sebagian besar mendiskusikan lagu-lagu Didi Kempot, terutama yang memiliki tema-tema patah hati.

    Sejumlah pengagum Didi Kempot membentuk komunitas Solo Sad Bois Calub di Rumah Blogger Indonesia (RBI) Solo, Sabtu 15 Juni 2019. Mereka sekaligus memberikan julukan Dewa Patah Hati kepada penyanyi campursari tersebut. TEMPO | Ahmad Rafiq

    Respons netizen itu membuat Fajar berinisiatif membentuk wadah penggemar Didi Kempot dalam sebuah komunitas. "Ternyata informasi mengenai Didi Kempot di media sosial sangat minim," katanya. Mereka membangun jaringan penggemar untuk berbagi informasi mengenai Lord Didi, sapaan kepada penyanyi tersebut.

    Manajer Didi Kepot, Yan Vellia mengaku bangga dengan terbentuknya komunitas tersebut. "Tentunya komunitas ini merupakan dukungan dari para Kempoters," katanya.

    Baca juga: Didi Kempot Todong Dua Menteri Bernyanyi Sebelum Diskusi

    Dia berharap terbentuknya komunitas penggemar ini bisa semakin mendorong agar Didi Kempot semakin produktif. "Dan bisa terus membuat karya yang bisa digunakan sebagai curhat oleh para penggemar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.