Tasya Kamila Sebut Rossa Sahabat Seumur Hidup

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Tasya Kamilla menceritakan ia sudah menjalin persahabatan lama dengan diva Indonesia, Rossa.

    Penyanyi Tasya Kamilla menceritakan ia sudah menjalin persahabatan lama dengan diva Indonesia, Rossa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Tasya Kamila menyebutkan jika Rossa merupakan sahabat seumur hidupnya. Ungkapan tersebut ia bagikan dalam bentuk video ketika Tasya masih berusia 7 tahun hingga ia sudah dikaruniai seorang anak.

    Dalam video tersebut, terlihat Rossa memeluk Tasya kecil. Mengenakan baju oranye sepadan dengan bandana yang dikenakan, Tasya tampak akrab dengan Rossa sejak kecil."Sahabat seumur hidupku, video aku kelas 2 SD VS aku lagi hamil 2 bulan," tulis Tasya dalam unggahannya, Jumat, 14 Juni 2019.

    Baca juga: Tasya Kamila Mengurus Bayi: Seperti Main Sinetron Striping

    Tasya pun memiliki panggilan kesayangan untuk Rossa, yaitu Tante Didiku. Iya pun terharu ketika Rossa hadir dalam tiap fase hidupnya. Dari Tasya masih anak-anak hingga menjadi seorang ibu.

    Unggahan Tasya Kamila itu, ternyata membuat Rossa terharu. Rossa pun menyoroti tagar yang dibuat oleh Tasya, yaitu #RossaAwetMuda #RossaVampir #RossaNyemilBoraxKaliYah #TasyaKayakDibonsai. "Hastagnya, love you so much my Didi," tulis Rossa disemati emoticon tertawa.

    Penampilan Rossa yang tidak berubah dari Tasya SD menjadi perhatian para netizen. Apalagi, dalam komentar berikutnya Rossa menuliskan, "Guys sumpah aku manusia biasa yang enggak makan borax," kata dia.

    Baca juga: Tasya Kamila Tak Risaukan Bentuk Tubuh yang Berubah Setelah melahirkan

    Komentar jenaka Rossa tersebut disukai oleh 2.301 pengguna Instagram. Mereka rata-rata terhibur dengan pernyataan Rossa soal dirinya yang awet muda. "Awet muda euy, cantik terus," tulis akun @ikaputri_ mengomentari tulisan Rossa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.