BTS Diundang Ikut Memilih Pemenang Grammy Awards Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BTS tampil di atas karpet merah Billboard Music Awards. dailymail.co.uk

    BTS tampil di atas karpet merah Billboard Music Awards. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup K-pop BTS diundang untuk bergabung menjadi bagian Recording Academy yang berbasis di Los Angeles.  Boy band beranggotakan tujuh orang, yang belakamgan ini populer di Amerika Serikat ini menjadi salah satu dari 1300 musisi, penulis dan profesional di industri musik yang diundang jadi anggota Recording Academy.

    Berdasarkan pernyataan resmi Recording Academy, seperti dilansir Reuters, Kamis, 6 Juni 2019, bila menerima tawaran itu, BTS berhak memilih pemenang penghatgaan Grammy 2020, penghargaan tertinggi di industri musik.

    Kepala eksekutif Big Hit Entertainment Bang Si-hyuk, agensi yang menaungi BTS, juga salah satu yang diundang Recording Academy. Namun, BTS belum memberikan jawaban apakah mereka menerima tawaran tersebut.

    BTS pertama kali dibentuk di Seoul pada 2013 dan terjun ke pasar Amerika Serikat pada 2017, menjadi grup Korea pertama yang memenangkan penghargaan musik Billboard.Boy band asal Korea, BTS saat tampil dalam acara 2019 Billboard Music Awards di Las Vegas, 2 Mei 2019. BTS berhasil meraih penghargaan Top Social Artis dan Top Duo/ Group di 2019 Billboard Music Awards. REUTERS/Mario Anzuoni

    Walau mereka belum pernah dinominasikan di acara Grammy, BTS sudah pernah tampil di Grammy pada Februari lalu sebagai pemberi salah satu penghargaan.

    Recording Academy berdiri pada 1957 dan telah menggelar Grammy Awards sejak 1959. Untuk penyegaran, dalam beberapa tahun terakhir mereka telah berupaya memilih nominasi yang beragam dan memperbaharui anggota dewan voting yang awalnya didominasi oleh pria-pria lebih tua.

    Baca Juga: Boy William Dibully Fans K-Pop: Salah ya Sebut BTS dan Blackpink?

    Recording Academy mengatakan dari 1.300 orang yang mereka diundang,  49 persen di antaranya adalah perempuan, dan 51 persen berusia di bawah 40 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.