Kesamaan Indro Warkop dengan SBY: Kita Keluarga Terpilih

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indro Warkop dan Istrinya Nita Octobijanthy. Tabloidbintang.com

    Indro Warkop dan Istrinya Nita Octobijanthy. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, JakartaIndro Warkop menyatakan ikut berdukacita atas meninggalnya Ani Yudhoyono pada Sabtu, 1 Juni 2019 di Singapura. Indro Warkop dapat merasakan kesedihan yang dialami Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang begitu setia mendampingi hingga ajal mejemput istri tercinta.

    Baca: Indro Warkop Ceritakan Ajakan Istri yang Belum Dipenuhi

    Kondisi yang dialami Ani Yudhoyono mengingatkan Indro Warkop terhadap mendiang istrinya, Nita Octobijanthy, yang meninggal di tahun lalu karena kanker paru. "Selamat jalan Ibu Ani Yudhoyono. Doa kami sekeluarga untuk kekuatan dan keikhlasan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sekeluarga," tulis Indro Warkop di akun Instagram miliknya, Senin 3 Juni 2019.

    Ani Yudhoyono dirawat di Singapura sejak 2 Februari lalu di National University Hospital (NUH) Singapura. Instagram/@aniyudhoyono

    Indro Warkop mengatakan penderitaan Ani Yudhoyono saat berjuang melawan kanker darah sudah menghapus dosa-dosanya dan mempermudah langkahnya menuju surga. "Izinkan kami ikut mendoakan Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono agar mendapatkan tempat terbaik, sudah harum kenangannya melalui kekuatannya," kata Indro Warkop.

    Baca juga: 
    Saat SBY Tak Nyaman dengan Ucapan Prabowo soal Ani Yudhoyono

    Indro Warkop juga mengungkapkan rasa bangga karena pernah membantu istrinya berjuang melawan kanker. "Tidak sedikitpun ada penyesalan dari perjuangannya, karena kita semua merupakan keluarga terpilih oleh Allah SWT untuk ikut #kalahkankanker! Beristirahatlah dengan tenang Ibu Ani Yudhoyono, kami bangga terhadap perjuanganmu #kalahkankanker!" tulis Indro Warkop.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.