Ani Yudhoyono Wafat, Yusuf Mansur: Malam Ini Tak Ada Perbedaan

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Yusuf Mansur mengunggah video yang menceritakan kondisi Arifin Ilham saat dijenguknya. Dalam unggahannya dia membantah kabar hoax kematian Arifin Ilham dan meminta doa agar pendakwah ini segera diberi kesembuhan. Instagram/@Yusufman

    Ustad Yusuf Mansur mengunggah video yang menceritakan kondisi Arifin Ilham saat dijenguknya. Dalam unggahannya dia membantah kabar hoax kematian Arifin Ilham dan meminta doa agar pendakwah ini segera diberi kesembuhan. Instagram/@Yusufman

    TEMPO.CO, Jakarta - Yusuf Mansur menyempatkan hadir di prosesi penerimaan jenazah almarhumah Ani Yudhoyono di Lanud Halim Perdanakusuma.

    Menurut Yusuf Mansur, kepergiaan Ani Yudhoyono menjadi pemersatu ragam warna yang ada di Tanah Air, saat kondisi bangsa sempat memanas setelah Pemilu 2019. Hal itu ditandai berkumpulnya semua politikus memanjatkan doa bersama untuk almarhumah.

    "Malam hari ini seperti tidak ada perbedaan partai, fraksi, warna. Semua menyatu mendoakan beliau. Saya habis Isya di ruang tunggu Halim. Ada Kapolri, Pak Tikno, Pak Cahyo, jenderal, lintas partai juga," ujar Yusuf Mansur di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu malam, 1 Juni 2019.

    Sebelum bertolak ke Halim, Yusuf Mansur sempat menunaikan salat gaib bersama para ulama, pemuka Ormas dan kampus-kampus Islam, di kediaman Chariul Tandjung. Semua berkumpul mendoakan almarhumah.

    "Alim ulama kumpul semua, berbagai fraksi kumpul. Berbagai warna dikumpulkan dengan satu doa, mendoakan bu Ani," katanya.

    Yusuf Mansur juga berdoa semoga almarhumah Ani Yudhoyono ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Terlebih almarhumah meninggal di bulan penuh kebaikan bulan suci Ramadan.

    "Meninggalnya di bulan suci. Mau gimana pun dia muslimah, yang mendoakan pada puasa, beramal Ramadan," ujar Yusuf Mansur. 

    Baca juga: Al Ghazali Kenang Masa Kecil, Sempat Berfoto dengan Ani Yudhoyono

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.