Film Hit & Run Obat Kangen Yayan Ruhian Tarung dengan Joe Taslim

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yayan Ruhian, pesilat sekaligus aktor film menunjukkan jurusnya di Elite Club Epicentrum, Jakarta, 6 April 2016. Yayan menjadi pesohor hingga ke Hollywood berkat dedikasinya melestarikan bela diri Indonesia, Pencak Silat.  TEMPO/Nurdiansah

    Yayan Ruhian, pesilat sekaligus aktor film menunjukkan jurusnya di Elite Club Epicentrum, Jakarta, 6 April 2016. Yayan menjadi pesohor hingga ke Hollywood berkat dedikasinya melestarikan bela diri Indonesia, Pencak Silat. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor laga Yayan Ruhian mengatakan film Hit & Run menjadi pengobat rindu untuk bertarung dengan Joe Taslim. Yayan Ruhian dan Joe Taslim sudah delapan tahun berpisah setelah sama-sama membintangi film The Raid pada 2011.

    Baca: Senang Pencak Silat karena Jaka Sembung, Ini Cerita Yayan Ruhian

    "Ini sebuah kebanggaan karena menjadi jawaban dari sekian banyak pertanyaan kapan Mad Dog berjumpa dengan Sersan Jaka," kata Yayan Ruhian di acara pemutaran perdana film "Hit & Run" di Jakarta, Rabu 29 Mei 2019. Di film The Raid, Yayan Ruhian berperan sebagai Mad Dog, sedangkan Joe Taslim menjadi Sersan Jaka.

    Joe Taslim. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pertarungan Sersen Jaka dengan Mad Dog di film The Raid cukup sengit sehingga menimbulkan kesan mendalam bagi para penggemarnya. Yayan Ruhian ingin membangkitkan lagi kenangan itu dan tak canggung beradu tanding dengan Joe Taslim. "Saya eEnggak canggung, malah kangen banget," kata Yayan Ruhian.

    Baca juga: Di Film John Wick 3, Yayan Ruhian Kenalkan 3 Budaya Indonesia

    Adapun bagi Joe Taslim, Hit & Run adalah pertama kali dia ambil bagian dalam film bergenre komedi. Di film tersebut dia menjadi sosok polisi yang narsis dan pandai berkelahi. "Saya mengikuti arahan sutradara dan penulis skenario kemudian bermain sebaik mungkin," ucap Joe Taslim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.