Syahrini Jual Mukena Laris, Ditjen Pajak Hitung Nilai Pajaknya

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Detail mukena Fatimah Syahrini yang dirancang oleh Syahrini. Instagram/@princesssyahrini

    Detail mukena Fatimah Syahrini yang dirancang oleh Syahrini. Instagram/@princesssyahrini

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Syahrini mendulang rezeki besar dalam Ramadan kali ini. Ia berhasil menjual mukena Syahrini  5.000 lembar hanya dalam sepekan saja. Padahal, harga mukena Syahrini ini dibanderol amat mahal, per lembar Rp 3,5 juta.

    Syahrini pun mengabarkan mukenanya untuk warna pink dan beige sudah ludes terjual. “Terima kasih customer Incess tersayang, yang sudah membeli mukena indah Incess,” tulis Syahrini dalam unggahan di Instagram storiesnya, Senin, 27 Mei 2019.

    Baca juga: Mukena Syahrini Dibanderol Rp 3,5 Juta, Laris Manis 

    Kabar penjualan mukena bermerek Fatimah Syahrini ini segera menarik perhatian Direktorat Jenderal Pajak RI. Melalui akun resmi Twitternya @DitjenPajakRI, penjualan ini dihitung nilai pajaknya. Meski tidak menyebut nama Syahrini, netizen paham cuitan yang diunggah pada Rabu siang, 29 Mei 2019 itu dimaksudkan sebagai sindiran agar istri Reino Barack ini membayarkan pajaknya.

    “Penjualan mukena 5000 buah @ Rp 3,5 juta. Rp 3,500.000 x 5000 = Rp 17,5 Miliar. PPN 10 % = Rp 1,75 Miliar,” demikian isi cuitan resmi Direktorat Jenderal Pajak ini.

    Akun Twitter resmi Direktorat Jenderal Pajak menghitung nilai pajak yang seharusnya dibayar Syahrini dari penjualan mukenanya. @DitjenPajakRI

    Wikipediawan pencinta Bahasa Indonesia, Ivan Lanin pun ikut membalas cuitan itu dengan balasan pendek, “#tanpamenyebut.” “Baik banget sampai dibantu ngitung sama adminnya,” cuit @alvincristvnto.

    Baca juga: Dapat Mahar Rp 40 Miliar, Syahrini: Itu Harga Diri Wanita

    Cuitan Direktorat Jenderal Pajak soal nilai pajak mukena Syahrini ini diunggah ulang oleh akun gosip untuk memberikan kesempatan kepada netizen yang jarang menggunakan Twitter.  “Niat mau pamer, langsung shock dengan postingan @ditjenpajakri,” komentar netizen di salah satu akun gosip di Instagram. “Auto Incess pusiang tujuh keliling,” kata netizen lainnya.

    ]


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.