Produser Film Aladdin Diancam Jika Pusar Putri Jasmine Terlihat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Mena Massoud di gala premiere Aladdin di Los Angeles, Rabu, 22 Mei 2019 (Instagram @menamassoud)

    Aktor Mena Massoud di gala premiere Aladdin di Los Angeles, Rabu, 22 Mei 2019 (Instagram @menamassoud)

    TEMPO.CO, Jakarta - Busana tokoh Putri Jasmine di film Aladdin tampak lebih santun. Jika dalam versi kartun Putri Jasmine memakai celana harem dan atasan turqoise yang memperlihatkan bahu serta perut dan pusar, penampilan itu dirombak dalam film Aladdin versi live action.

    Baca: Bagi Naomi Scott, Putri Jasmine di Aladdin Inspirasi Wanita Kuat

    Perubahan penampilan Putri Jasmine itu datang dari dua produser film Aladdin, Dan Lin dan Jonathan Eirich. Dan Lin mengatakan ingin menciptakan sosok Putri Jasmine yang sesuai dengan era sekarang ketimbang tetap merujuk pada versi kartun yang dibuat pada 1992.

    "Kami ingin membuat film Aladdin live action lebih modern. Dan ada beberapa hal yang tidak pantas untuk keluarga saat ini," ujar Dan Lin seperti dikutip dari USA Today.

    Aladdin (disney.com)

    Senada dengan Dan Lin, produser film Aladdin Jonathan Eirich juga punya alasan sehingga kostum Putri Jasmine lebih tertutup. "Alasannya adalah istri saya. Aku akan dibunuh bila Putri Jasmine memakai baju dengan perut terbuka, atau setidaknya aku akan diceraikan," ujar Eirich.

    Pemeran Putri Jasmine, Naomi Scott, mengatakan kostum yang dikenakannya sesuai dengan selera generasi sekarang. "Kupikir, ini adalah keputusan yang tepat," katanya.

    Baca juga: Will Smith Jadi Jin di Film Aladdin, Sisi Konyolnya Keluar

    Busana Putri Jasmine bukan satu-satunya unsur yang diubah dalam film Aladdin versi live action. Tokoh utama Aladdin, Mena Massoud memakai busana yang lebih tertutup, sedangkan di versi kartun megenakan rompi ungu dan celana harem. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.