Dunia Miffy

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, : Di tengah hujan protes terhadap film pendek berjudul Fitna yang dibikin oleh anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, seorang perempuan muda asal Belanda, Bonny van Sighem, malah terbang ke Jakarta. Ia tahu soal penolakan warga muslim Indonesia atas film itu. Tapi senior registrar di Centraal Museum Utrecht, Belanda, itu tidak takut. "Kenapa harus takut? Saya yakin orang tidak akan marah pada saya," ujarnya kepada Tempo, Jumat malam lalu. Malam itu, ia membuka pameran tokoh komik Miffy di Erasmus Huis, Jakarta. Sebagai penggiat museum, Bonny mampir untuk memperkenalkan tokoh komik ciptaan Dick Bruna, 80 tahun, tersebut kepada khalayak Indonesia.Miffy adalah sosok kelinci dengan petualangan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan anak kecil. Buku komiknya telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa dan terkenal terutama di Eropa. "Ceritanya simpel dengan teks berima," ujar Bonny. Buku Miffy diterbitkan pertama kali pada 1955 dan selalu ditampilkan sebagai sosok anak kelinci yang manis dan sederhana. Bruna menciptakan Miffy dalam kisah tentang tuan dan nyonya Pluis yang dikaruniai anak perempuan. Belakangan, sosok Miffy juga mengalami banyak perubahan, yakni telinga yang sudah tidak terlalu panjang, kepala yang semakin bulat, dan tanda silang pada mulut yang semakin jelas. "Bukan karena Miffy semakin tua, melainkan karena Bruna terus menyempurnakan sosok Miffy," kata Bonny. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan tokoh Miffy memberi inspirasi tentang dunia anak-anak yang bersih, spontan, dan kreatif. "Ini bisa mengingatkan orang dewasa untuk tidak melupakan (dunia) anak-anak," ujar pria berkacamata yang sering disebut Kak Seto ini. Menurut pencipta tokoh Komo ini, sosok kelinci sangat cocok dan bersahabat dengan anak-anak. "Karena lincah, lucu, dan tidak menggigit," ujarnya. Gambar Miffy yang sederhana, kata Seto, juga punya nilai positif lainnya. "Gambar ini merangsang imajinasi dan menginspirasi anak-anak, bahwa menggambar itu mudah," kata dia. Dalam pameran yang berlangsung hingga 22 Mei mendatang itu, dipajang 120 dari 5.000 karya Bruna yang dimiliki Centraal Museum, dari desain poster, kartu pos, silk screen, cover buku, lukisan, cetakan, hingga perangko. Selain tokoh Miffy, turut dipamerkan tokoh-tokoh lain yang merupakan ciptaan Bruna, seperti Beruang Hitam (Zwarte Beertjes) dan Poppy Pig.Dick Bruna adalah pewaris perusahaan penerbitan A.W. Bruna & Zoon yang oleh ayahnya diplot untuk memimpin perusahaan. Namun, kegemarannya menggambar membawanya sebagai seniman komik ternama Belanda. Periode 1952-1975, Bruna bekerja di perusahaan ayahnya sebagai desainer grafis. Setelah itu, ia lebih memilih mencipta sendiri karyanya.Total sebanyak 120 buku cerita bergambar yang sudah dihasilkan pria tiga anak ini. Sebanyak 30 buku di antaranya adalah Miffy yang terjual lebih dari 85 juta kopi di seluruh dunia. l TITO SIANIPAR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.