Di Film Terbarunya, Ernest Prakasa Berencana Kurangi Komika

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa menjadi pembicara dalam Kelas Skenario untuk Pemula di Ruang & Tempo, Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. Dalam kelas ini, peserta diberikan materi membuat premis cerita, menciptakan karakter yang kuat, dan menyusun plot menggunakan metode

    Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa menjadi pembicara dalam Kelas Skenario untuk Pemula di Ruang & Tempo, Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019. Dalam kelas ini, peserta diberikan materi membuat premis cerita, menciptakan karakter yang kuat, dan menyusun plot menggunakan metode "8 sequnce". TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah menjadi tradisi Ernest Prakasa sejak 2015 merilis sebuah film di pengujung tahun. Tahun ini misalnya, Ernest Prakasa akan merilis film Imperfect yang diangkat dari buku laris karya sang istri, Meira Anastasia. Setelah itu, Ernest Prakasa belum berani memutuskan apakah akan memproduksi film lagi atau vakum sejenak untuk menggeluti bidang lain.

    Yang jelas, jika kembali merilis film anyar, Ernest Prakasa berencana mengurangi porsi penampilan para komika atau stand up comedian. “Sebenarnya saya sudah melakukannya di film Milly & Mamet. Dalam membuat film, saya harus berevolusi dan berinovasi. Saya ingin menantang diri sendiri bagaimana membuat adegan komedi tanpa melibatkan para pelawak. Bisakah saya dan para aktor menciptakan kelucuan dari situasi dan dialog mereka,” beber Ernest Prakasa beberapa waktu lalu.

    Inilah yang akan dipraktikkan Ernest Prakasa di film terbarunya, Imperfect. Selain menjadi bentuk inovasi dan evolusi, Ernest Prakasa berusaha keluar dari zona nyaman. Tak hanya Ernest Prakasa, Meira Anastasia pun lebih proaktif dalam menyusun naskah. Mengingat, Imperfect diadaptasi dari bukunya.

    “Itu sebabnya saat ditanya apakah proses penggarapan Imperfect masih menantang buat saya? Jawabannya, masih. Begitu pula pemeran utama film ini nantinya mendapat tantangan serius terkait perubahan fisiknya. Harapannya penonton film Indonesia melihat bahwa kami terus berkarya dan berproses,” ujar Ernest Prakasa.

    Baca juga: Ernest Prakasa Galang Crowdfunding Beli Cermin buat Hanum Rais

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.