Tasya Kamila Tak Risaukan Bentuk Tubuh Berubah Usai Melahirkan

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prosesi akikah anak pertama Tasya Kamila - Randi Bachtiar di kediamannya di bilangan Cinere, Depok, Minggu, 19 Mei 2019. TEMPO | Chitra Paramaesti

    Prosesi akikah anak pertama Tasya Kamila - Randi Bachtiar di kediamannya di bilangan Cinere, Depok, Minggu, 19 Mei 2019. TEMPO | Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, JakartaTasya Kamila baru saja melahirkan anak pertamanya pada 13 Mei 2019. Pasca melahirkan, Tasya mengaku bobotnya naik hingga 18 kilogram, namun hal tersebut tidak membuatnya risau.

    Berubahnya bentuk tubuh Tasya, ternyata juga dikomentari sejumlah netizen. "Kami biasa aja sih sebenernya, enggak terlalu memperdulikan gitu. Karena yang memberi support juga banyak," ujar Tasya di kediamannya, Ahad, 19 Mei 2019.

    Tasya juga sempat membagi pengalaman melahirkannya kala itu. Sebelum memilih untuk operasi caesar, ia diberikan induksi sebanyak empat kali. Namun, pembukaan jalur melahirkannya hanya sampai pembukaan satu.

    Untuk keselamatan anaknya, Tasya pun memilih menjalani operasi caesar. "Alhamdulilah bayiku lahir sehat dan selamat, itulah yang paling penting," kata dia.

    Hari-hari Tasya saat ini dihabiskan mengurus anak laki-laki yang diberi nama Arrasya Wardhana Bachtiar. Menyusui Arrasya merupakan hal yang paling membahagiakan Tasya.

    Perjuangan Tasya Kamila dalam mengasuh anaknya, juga didukung suaminya, Randi Bachtiar. Tasya mengatakan, Randi mempersiapkan segalanya untuk membuatnya nyaman. Tasya berujar, suaminya lah yang lebih mempersiapkan apapun untuknya, apalagi untuk urusan anak, Randi rela mendapatkan tugas untuk mengganti popok. "Dia pengertian banget, the best lah dia," ucapnya.

    Baca juga: Tasya Kamila Mengurus Bayi: Seperti Main Sinetron Striping

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.