Nikita Mirzani Sebut ASI-nya ASIT, Singkatan dari ...

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya kasual Nikita Mirzani saat hamil. Instagram/@nikitamirzanimawardi_17

    Gaya kasual Nikita Mirzani saat hamil. Instagram/@nikitamirzanimawardi_17

    TEMPO.CO, JakartaNikita Mirzani melahirkan anak ketiganya dan pernikahannya dengn Dipo Latief. Bayi laki-laki yang lahir pada Minggu, 28 April 2019 itu bernama Arkana Mawardi.

    Baca: Nikita Mirzani Tipe Emak-emak Iseng, Apa yang Dia Lakukan?

    Nikita Mirzani berupaya memenuhi kebutuhan gizi putranya dengan terus memberikan Air Susu Ibu atau ASI. "Pagi ini pijat lagi sama bidan untuk melancarikan ASI. Jadi buat ibu-ibu yang asinya kurang lancar bisa mencoba pijatan ini," ujar Nikita Mirzani dalam unggahan di Instagran Story-nya, Mingu 19 Mei 2019.

    Selain pijat, Nikita juga mengkonsumsi makanan bergizi. Kali ini, dia menunjukkan menu sarapan sehatnya, yaitu potongan buah avokad, jambu, jeruk, dan pisang, yang disediakan dalam wadah piring ukuran sedang.

    Artis Nikita Mirzani melangsungkan syukuran kehamilan, ulang tahun, dan rumah barunya di kawasan Pesanggrahan Jakarta Selatan. Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Nikita Mirzani begitu bersemangat menjadi pejuang ASI untuk bayinya. Dalam beberapa unggahannya, ia kerap membagi kegiatan menyusuinya. "ASIT (air susu ibu tajir)," tulis Nikita Mirzani dalam keterangan foto.

    Baca juga: Netizen Komentari Foto Baru Nikita Mirzani Usai Melahirkan

    Arkana Mawardi lahir prematur dan baru bisa pulang setelah menjalani perawatan intensif selama 15 hari di ruang NICU. Nikita Mirzani begitu gembira ketika dokter mengizinkan Arkana Mawardi pulang pada Senin, 13 Mei 2019. "Saya bahagia sekali karena dokter bilang Arka boleh pulang. Alhamdullilah ya Allah, bahagia sekali mendengarnya," tulis Nikita Mirzani dalam keterangan fotonya bersama tim dokter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.