Berhijrah, Yukie Pas Band Batasi Waktu untuk Bermusik

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yuki, vokalis Pas Band ditemui saat peluncuran album

    Yuki, vokalis Pas Band ditemui saat peluncuran album "Indonesia Menghafal Al-Quran" di Jakarta, Sabtu, 11 Mei 2019 (ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Yukie Pas Band tak lagi menjadikan kegiatan bermusik sebagai prioritas meski masih aktif bersama bandnya. Pemilik nama lahir Yuki Arifin Martawidjaja mengatakan, dalam sebulan dia bermain musik paling banyak 4 hari. Sisa waktu lainnya Yukie gunakan di jalan agama.

    Yukie menceritakan, keputusan berhijrah berawal dari kegelisahan tentang tujuan hidupnya di dunia. Menurut Yukie, hal itu terjadi pada 2008 silam.

    Personil Grup band Tendostars saat foto bersama pada peluncuran album perdana di Rollingstone Cafe, Kemang, Jakarta (11/12). Tendostars yang digawangi oleh Yukie PAS Band, Riccard Mutter eks PAS Band, Deni Mplay Utopia, Dikdik Aftercoma dan Ai Mobil Derek mempersembahkan tujuh lagu pada album perdana Tendostars. TEMPO/Nurdiansah

    “Pada 2008 saya sudah cari-cari agama, perasaan hidup saya bukan ini yang dikejar. Cari dunia, cari tabungan, cari ketenaran, kayaknya bukan ini. Kayaknya saya sudah salah. Batin sudah terganggu kayaknya ada yang salah,” tutur Yukie saat ditemui di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu, 11 Mei 2019.

    Keputusan Yukie untuk hijrah dimulai setelah ikut dalam kelompok keagamaan Jamaah Tabligh. Namun puncak hijrahnya terjadi setelah Yukie mengalami kecelakaan setelah manggung pada 2015 silam.

    “Tapi pecah-pecahnya itu setelah saya kecelakaan pada 2015, semua berubah. Saya menganggapnya itu sebagai peringatan. Memang manusia ini harus dipaksa, manusia ini kan terlalu bebal, sombong kan emang sifat manusia,” ungkap Yukie Pas Band.

    Baca juga: Momen Hijrah Yukie Pas Band, Puncaknya Usai

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?