Ramadan, Rossa Banyak Tawaran Menyanyi Sampai Suara Serak

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Rossa dalam hari kedua Java Jazz Festival 2019, di JIExpo, Sabtu malam, 2 Maret 2019. Rossa yang pertama kali hadir di Java Jazz, tampil berkolaborasi dengan Is Pusakata dan Rinni Wulandari.  TEMPO/Nurdiansah

    Aksi Rossa dalam hari kedua Java Jazz Festival 2019, di JIExpo, Sabtu malam, 2 Maret 2019. Rossa yang pertama kali hadir di Java Jazz, tampil berkolaborasi dengan Is Pusakata dan Rinni Wulandari. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Rossa mengatakan bulan Ramadan mendatangkan banyak berkah untuknya. Selama bulan suci ini, Rossa kebanjiran tawaran menyanyi di berbagai acara.

    Baca: Rossa Curhat Soal Media Sosial, Gosip, dan Orang SKSD

    Jika sebelumnya dia banyak menerima tawaran menyanyi untuk acara pernikahan, selama Ramadan Rossa diminta untuk menghibur di acara buka puasa bersama perusahaan, program televisi, dan acara di pusat perbelanjaan. "Kegiatannya masih tetap banyak," ujar Rossa di kawasan Fatmawati, Rabu, 8 Mei 2019.

    Saking padatnya jadwal manggung dan latihan, suara Rossa sampai serak. Kondisi itu justru membuat dia kian semangat bekerja.

    Untuk mengatasi suara serak, Rossa menggeser waktu latihan pada sore hari. "Kalau siang biasanya kehabisan suara. Makanya, aku banyak minum air putih di waktu sahur dan buka puasa supaya enggak dehidrasi," kata Rossa.

    Penyanyi Rossa. Instagram

    Jika tidak ada pekerjaan, Rossa lebih senang menghabiskan waktunya bersama keluarga. Pelantun lagu 'Tegar' ini, lebih suka berbuka puasa dan tarawih bersama anak sematawayangnya, Rizky.

    Rossa menuturkan, semakin beranjak dewasa, jadwal Rizky kini semakin padat. Karen itu, dia tidak mau menyia-nyiakan waktu luangnya. "Rizky sekarang sudah kelas VI SD, semakin padat kegiatannya," ucap Rossa.

    Baca juga: Kunci Sukses Karier Rossa, Tidak Ekspos Kehidupan Pribadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.