Andre Taulany Temui Adi Hidayat Kenakan Syal Palestina

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Adi Hidayat dan Andre Taulany. Foto/instagram/ustadzadihidayat

    Ustad Adi Hidayat dan Andre Taulany. Foto/instagram/ustadzadihidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia akhir pekan lalu, Andre Taulany rupanya turut menemui ustaz Adi Hidayat. Pertemuan ini diunggah lewat akun Instagram @ustadzadihidayat Senin, 6 Mei 2019.

    Dalam unggahan terbarunya, Adi Hidayat menunjukkan dua foto bersama Andre Taulany. Pertama, keduanya terlihat sedang sama-sama berdoa. Sedangkan di foto kedua, posisi Adi Hidayat dan Andre Taulany lebih dekat dan berfoto bersama menghadap kamera.

    Melengkapi foto tersebut, Adi Hidayat menuliskan kisah di zaman nabi Muhammad SAW tentang Zuhair bin Abi Salma yang disebut pernah khilaf terhadap Nabi hingga harus dicari dalam keadaan hidup atau mati."Hingga kemudian ia menyamar agar dapat bertemu Nabi: memohon maaf, mengakui khilaf, hingga membuat puisi indah memuji Nabi. Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam lantas tersenyum, memaafkan beliau, bahkan memberi hadiah burdah, hingga puisi Zuhair dikenal dengan Qashidah Burdah," tulis Adi Hidayat.

    Ustad Adi Hidayat dan Andre Taulany. Foto/instagram/ustadzadihidayat

    Masih dalam unggahan yang sama, Adi Hidayat lanjut menuliskan, jika membandingkan dengan bagaimana Rasulullah mau memaafkan Zuhair, maka menurut Adi tak ada alasan bagi umat muslim memaafkan kekhilafan Andre Taulany beberapa waktu lalu. "Saudaraku... Jikalau Zuhair saja Nabi maafkan maka lebih utama kita memuliakan mas Andre Taulany yang tulus mengevaluasi diri. Semoga Syal Palestina itu menjadi pengingat walau tentunya bukan burdah Nabi yang mulia," tutup Adi Hidayat.

    Tudingan yang diduga dilakukan Andre Taulany ini bermula saat memandu acara Ini Talkshow Net TV bersama Sule. Saat melakukan tanya jawab bersama YouTuber Jovial da Lopez, Andre sempat melontarkan celetukan dengan menyebut nama merek sepatu Adisomad.

    Dalam waktu berdekatan, Andre Taulany menjadi pembicaraan lantaran lontarannya yang dianggap menyinggung ulama dan juga nabi Muhammad SAW. Pertama, dalam sebuah rekaman acara, Sule bertanya pada Jovial da Lopez soal brand sepatu yang menjadi favoritnya. Saat itulah, Andre Taulany menimpali ucapan Sule dengan menyebut kata Adisomad, yang kemudian dianggap gabungan nama Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad.

    Berikutnya, pernyataan Andre Taulany yang dipermasalahkan terlontar di tengah mewawancarai Virzha Idol dalam sebuah program di televisi swasta. Saat itu Virzha menuturkan, berdasarkan kisah yang dia baca, harum badan Nabi Muhammad itu diibaratkan seperti seribu bunga. Saat itulah, Andre Taulany berkomentar. “Aromanya seribu bunga? Itu badan atau kebon?”

    Pernyataan Andre Taulany tersebut mengundang reaksi beberapa pihak bahkan sampai ada yang melaporkannya ke kepolisian.

    Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Asfinawati mengatakan, saat ini kecenderungan di masyarakat, setiap masalah sosial dibawa ke persoalan hukum. "Padahal penyelesaian hukum bukan segala obat penyakit," katanya saat dihubungi terpisah. 

    Menurut Asfinawati, saat ini kecenderungan di masyarakat gampang meledak. Penggunaan jalur hukum sebagai cara menyelesaikan masalah justru semakin memanaskan situasi. "Kalau masalah sosial diselesaikan secara sosial, apalagi dalam kasus dia ini (Andre Taulany), persoalan ini tidak tunggal karena ada pernyataan-pernyataan sebelimnya." 

    Baca: Andre Taulany Diduga Hina Ulama, Adi Hidayat: Kita Doakan

    Bahkan, kata Asfinawati, saat ini para praktisi hukum pun memilih menggunakan restorative justice yakni penyelesaian masalah pidana dengan melibatkan masyarakat, korban, dan pelaku. "Semua duduk bersama menyelesaikan masalah dengan berdialog."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.