Soal Lolos ke Senayan, Nafa Urbach Minta Doa dan Masih Bahaya

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nafa Urbach. Instagram/@nafaurbach

    Nafa Urbach. Instagram/@nafaurbach

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebritas dan mantan penyanyi juga aktris, Nafa Urbach mengatakan Dapil 6 Jawa Tengah yang menjadi daerah pemilihannya berada dalam kondisi bahaya. “Mohon doanya ya apakah saya lolos atau tidak ke Senayan,” katanya saat mengunggah foto dia di akun Instagramnya, Kamis, 2 Mei 2019.

    Daerah pemilihan 6 Jawa Tengah meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Purworejo. Daerah ini sebenarnya tidak asing bagi Nafa Urbach lantaran ia dibesarkan di Magelang.

    Saat mengunggah foto dia dengan seragam Partai Nasdem yang menjadi benderanya maju mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, Nafa Urbach menjelaskan, saat ini proses penghitungan suara masih berlangsung. Menurut dia, Partai Nasdem sebagai partai baru yang menjunjung asas demokrasi, berusaha mengikuti proses dan tahapan pemilu sesuai dengan jadwal yang telah diterapkan.

    Baca: Nafa Urbach Minta Netizen Tak Recoki Zack Lee 

    Nafa Urbach menuturkan, selama proses Pemilu lalu, seluruh kader partai bekerja keras bahu membahu. “Kebersamaan, gotong royong adalah jiwa kami - dan itu kami lakukan di dapil,” katanya.

    Di Daerah Pemilihan  6 Jawa Tengah, pada periode yang kini masih berjalan, Partai Nasdem sudah memiliki kursi. “Tentu harapan kami adalah tetap bisa memiliki kursi tersebut , dan syukur bila bertambah," ucapnya. Siapapun nanti yang duduk tetap akan disyukuri partainya. "Dapil 6 saat ini masih dalam masa penghitungan dan belum selesai, belum final." 

    Ia mengatakan, jika hasil penghitungan suara nanti tidak membuatnya terpilih, Nafa Urbach berharap para pemilihnya tidak kecewa. Bagaimanapun, kata Nafa Urbach, “Ini adalah pengalaman yg luar biasa yg bgt indah bagi saya.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.