Rekor, Video Klip Me! Taylor Swift Ditonton 62,5 Juta Kali Sehari

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video musik Taylor Swift berjudul Me. Youtube.

    Cuplikan video musik Taylor Swift berjudul Me. Youtube.

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Taylor Swift kembali menunjukkan karyanya dengan meluncurkan lagu terbaru berjudul 'Me!'. Lagu baru yang dirilis pada 25 April 2019 itu membuat Taylor Swift berhasil mencetak rekor baru di kenal musik YouTube.

    Baca: Busana Warna Pastel Taylor Swift di Video Musik Terbaru Me!

    Mengutip cuitan YouTube, video klip 'Me!' milik Taylor Swift ini menjadi video musik dari artis wanita yang paling banyak ditonton dalam 24 jam setelah dirilis. Video klip 'Me!' disaksikan sebanyak 62,5 juta kali dalam waktu sehari setelah ditayangkan.

    Dengan angka tayangan itu, Taylor Swift menggeser rekor Ariana Grande yang mencetak angka 55 juta tayangan lewat lagu 'Thank U, Next' yang dirilis tahun lalu. Hanya saja, Taylor Swift belum bisa menggeser pencetak rekor tertinggi di semua kategori yang diduduki boy band Korea BTS. BTS berhasil mencetak angka 74 juta viewers dalam waktu 24 jam masa tayang dengan lagu 'Boy With Luv'.

    Taylor Swift dan vokalis Panic! At The Disco. Instagram/@taylorswift

    Dalam sebuah wawancara, Taylor Swift menceritakan makna lagu 'Me!' yang dinyanyikan bersama personel Panic! At the Disco, Brendon Urie. "'Me!' Adalah lagu tentang bagaimana cara seseorang menerima kepribadiannya, memilikinya, dan merayakannya," ujar Taylor Swift.

    Baca juga: Terganggu oleh Penguntit? Begini Taylor Swift Mengatasinya

    Lagu 'Me!', menurut Taylor Swift, sengaja dibuat dengan lirik dan melodi yang mudah diingat. "Saya ingin setiap orang merasa lebih baik dan mengenal diri mereka setelah mendengar lagu ini," kata dia.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.