Hari Buruh, Sindikasi Desak Bekraf Buka Ruang Mediasi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serikat Pekerja Digital dan Industri Kreatif untuk Demokrasi atau Sindikasi mengelar aksi long march memperingati hari buruh. Dalam aksi ini, Sindikasi salah satunya menyuarakan soal dampak revolusi industri 4.0 terhadap pekerja. TEMPO/Dias Prasongko

    Serikat Pekerja Digital dan Industri Kreatif untuk Demokrasi atau Sindikasi mengelar aksi long march memperingati hari buruh. Dalam aksi ini, Sindikasi salah satunya menyuarakan soal dampak revolusi industri 4.0 terhadap pekerja. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam memperingati Hari Buruh, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif atau Sindikasi mendesak Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf ) membuka ruang mediasi bagi pekerja di industri kreatif dengan pemilik perusahaan dan pemerintah.

    Baca: Hari Buruh, Pekerja Seni Berorasi dengan Kreatif Ramah Lingkungan

    Saat berorasi di kantor Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf di gedung Kementerian BUMN Jakarta, Sekretaris Jenderal Sindikasi, Ikhsan Raharjo mengatakan ekonomi kretif merupakan tulang punggung pendapatan negara, namun pekerjanya belum dijaga. "Kami berharap Bekraf membuka pintu untuk bisa mendengar segala yang kami rasakan," ujar Ikhsan Raharjo, Rabu, 1 Mei 2019.

    Dalam menyuarakan pendapatnya, Sindikasi melakukan orasi ramah lingkungan dan kreatif. Bersama Greenpeace, mereka membawa panel surya sebagai pasokan listrik untuk pengeras suara. Para pekerja di industri kreatif itu juga melakukan berbagai atraksi, seperti musik DJ dan penampilan solo dari musikus Adrian Adioetomo.

    Serikat pekerja industri media dan kreatif Sindikasi saat menyampaikan pendapat di hari Buruh Sedunia di Silang Monas, Jakarta. TEMPO | Alfan Noor

    Sindikasi menyuarakan hak-hak para pekerja kreatif yang belum diperhatikan oleh pemerintah dan pemilik perusahaan. Pada kesempatan itu, mereka juga mendesak agar para pekerja dilibatkan dalam setiap pembuatan peraturan ketenagakerjaan.

    Baca juga: Prabowo ke Media: Kami Bukan Kambing yang Bisa Kau Atur

    Ketua Sindikasi Ellena Ekarahendy mengatakan, pihaknya mendorong revisi undang-undang perfilman dan musik. Musababnya, selain karya yang dilindungi, para kreator yang terlibat di dalamnya juga harus dilindungi.

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf, Triawan Munaf menuturkan belum mendapat pemberitahuan ihwal kedatangan para pekerja kreatif tersebut ke kantornya hari ini. Bekraf, menurut Triawan Munaf, akan menyambut Sindikasi jika ada pemberitahuan sebelumnya.

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mencicipi kopi dalam kunjungan ke kantor Redaksi TEMPO, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. TEMPO/Charisma Adristy

    Triawan Munaf mengatakan Bekraf bersedia membuka ruang untuk berdiskusi perihal apa yang dirasakan para pekerja di industri kreatif. "Tentu Bekraf akan menampung segala aspirasi yang ingin disampaikan," ucap Triawan Munaf saat dihubungi Tempo.

    Bekraf, Triawan melanjutkan, akan membuka ruang diskusi dengan para pekerja kreatif terkait hak-hak mereka. Dia juga akan memberikan solusi yang tentunya tidak berbenturan dengan praturan-peratuan yang berlaku.

    Artikel lainnya: Hadiri Perayaan Hari Buruh, Prabowo Bacakan 3 Pantun Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.