Kampus ISI Yogyakarta Siapkan Anugerah HC Buat Oscar Motuloh

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara Foto Jurnalistik Terbaik 2008 Pilihan Tempo, kategori Foto Esai dan Foto Tunggal, Heri Juanda, Redpel Tempo, Qaris Tanjudin, Redaktur Foto Majalah Tempo, Rully Kesuma dan Oscar Matuloh , saat diskusi di Jakarta, Kamis (29/1). Tempo/Panca Syurka

    Juara Foto Jurnalistik Terbaik 2008 Pilihan Tempo, kategori Foto Esai dan Foto Tunggal, Heri Juanda, Redpel Tempo, Qaris Tanjudin, Redaktur Foto Majalah Tempo, Rully Kesuma dan Oscar Matuloh , saat diskusi di Jakarta, Kamis (29/1). Tempo/Panca Syurka

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kampus Institut Seni Indonesia atau ISI Yogyakarta tengah mempersiapkan pemberian anugerah gelar Honoris Hausa (Dr HC) atau gelar kehormatan untuk foto jurnalis kawakan Oscar Motuloh. Rektor ISI Yogyakarta Agus Burhan mengatakan kesepakatan pemberian anugerah kehormatan bidang fotografi itu sudah diputuskan dari proses diskusi panjang di kalangan sivitas akademika.

    Baca: Pengalaman Darwis Triadi Memotret Jokowi: Ada Interaksi Energi

    "Kami menelisik perjalanan karir beliau juga karya serta pengabdian di bidang fotografi, bagi dunia pendidikan. Maka kami memilih Oscar Motuloh pantas untuk anugerah itu," ujar Agus Burhan saat ditemui di kampus ISI Yogya, Senin 29 April 2019. Untuk menyiapkan prosesi penganugerahan gelar tersebut, senat akademik telah membentuk tim promotor yang terdiri atas co-promotor dan promotor.

    Promotor untuk penganugerahan gelar bagi Oscar Motuloh adalah profesor yang juga pengajar Program Studi Fotografi Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, Soeprapto Soedjono. Kopromotornya ditunjuk pengajar program studi Fotografi ISI Yogya, Edial Rusli.

    Edial Rusli menjelaskan, kampus ISI Yogyakarta mengenal dua jenis gelar kehormatan yakni Empu Ageng dan Honoris Causa. Dua gelar itu diberikan kepada mereka yang dinilai menorehkan jejak sejarah penting dalam keilmuan yang ditekuninya. "Proses penganugerahan Empu Ageng dan Honoris Causa sama saja, merujuk kriteria berlaku," ujarnya.

    Rektor ISI Yogya Agus Burhan (paling kanan) memaparkan agenda Dies Natalis ISI Yogya XXXV 2019 di Kampus ISI Yogya, Senin 29 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Dalam hal ini, ujar Edial, Oscar Motuloh memenuhi kriteria mendapatkan gelar kehormatan itu atas perjalanannya menekuni dunia fotografi. "Oscar bukan hanya fotografer nasional, melainkan memiliki rekam jejak panjang dalam kiprah dunia fotografi internasional," ujarnya.

    Edial menuturkan pemberian gelar kehormatan bagi Oscar ini menjadi satu satunya dan awal dari pemberian anugerah kehormatan bidang fotografi. "Dengan perjalanan panjangnya menggeluti fotografi, kampus menilai beliau layak menerima anugerah itu," ujarnya.

    Artikel lainnya:
    Hobi Fotografi, Ini Tips Praktis Gading Marten dan Aditya Kuncoro

    Oscar Motuloh tercatat sebagai Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) Kantor Berita Antara. Oscar menjadi pendiri, penanggungjawab, dan kurator GFJA. Dia juga terlibat dalam pembentukan Pewarta Foto Indonesia atau PFI, sebuah organisasi nasional yang menaungi para foto jurnalis Tanah Air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.