Piano Terbang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang gadis berkuncir dua dengan cekatan menyapu seutas tali yang dipakai menjadi lantai. Tak hanya menyapu, Mariana Hartung Silveria--nama gadis itu--juga melakukan sejumlah aktivitas lain, seperti berjalan, membuka pintu, dan menuang minuman dari botol. Semua dilakukan dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah.Atraksi ceiling walk oleh wanita asal Brasil ini memukau pengunjung pertunjukan Nirvana Dinner Theater di gedung Jakarta Internasional Event Conventional Center, Mangga Dua Square, Kamis pekan lalu. Ini pertunjukan perkenalan sirkus itu sebelum tampil selama sebulan dengan waktu pentas seminggu tiga kali di tempat yang sama mulai besok. "Ini pekerjaan menyenangkan yang sudah saya lakukan sejak lima tahun lalu," katanya sambil tersenyum. Awalnya, posisi tubuh terbalik membuat kepalanya pusing karena melawan gravitasi bumi, dan aliran darah pun seolah mengalir ke bagian kepala. "Tapi saya menikmatinya dan ingin berbagi kebahagiaan kepada penonton," dia melanjutkan. Lain lagi dengan aksi Samone Ramone yang dalam pertunjukan akrobatik ini memperlihatkan aksinya memainkan piano terbang. Seperti halnya Mariana, Ramone menyuguhkan permainan gravitasi flying piano. Dengan penampilan mirip badut dan ditunjang properti piano ajaib, tubuh Ramone perlahan-lahan melayang di udara. Dalam posisi duduk, Ramone memainkan lagu Fly Me to the Moon karya Bobby Womack dengan baik kendati pianonya berputar 180 derajat. Dia pun tidak mempedulikan sebotol minuman yang tumpah. Ia tetap serius memainkan lagu yang populer pada 1960-an itu.Saksikan pula aksi Vladen Duo, pasangan Vlad dan Inna, yang mirip sulap dan mengandalkan tipuan. Dengan bantuan properti sebuah sofa, Vlad seolah sedang duduk nyaman. Namun, sesungguhnya, Inna berperan aktif sebagai kaki palsu Vlad. Pasangan ini merupakan lulusan terbaik Sekolah Sirkus di Ukraina. Trio Aphelion, yang terdiri atas Sergii, Oleksandr, dan Andry, menampilkan aksi menentang gravitasi bumi berupa gerakan akrobatik hand to hand balance. Mereka melakukan gerakan yang sebenarnya mirip dengan pemandu sorak atau cheerleader. Tapi trio yang juara International Master of Sports di Ukraina ini tidak bersorak-sorak seperti halnya gadis di lapangan bola basket atau baseball.Aphelion, yang sering tampil di panggung pertunjukan sirkus di televisi Eropa Barat ini mempertunjukkan aksi konfigurasi serta formasi bersusun yang mengandalkan keseimbangan dan kekuatan otot tubuh.Aksi memukau lainnya adalah crazy wire dan blue balance. Pada atraksi crazy wire, Andrey Ivakhnenko menyulap panggung dengan tiang kawat. Tinggi kawat bajanya 2 meter dari panggung. Dengan percaya diri, Ivakhnenko bermain tanpa pengaman, seperti meniti jalan dan bermain sepeda roda satu di atas kawat. Sementara itu, Inna Leonova, asal Ukraina, dalam blue balance menyuguhkan aksi gravitasi yang unik. Lulusan Air Gymnastic dari The Kiev Circus Collage ini memadukan balet dan akrobatik. Wanita berparas cantik itu memperlihatkan keindahan gerak dan kekuatan otot tubuhnya melilit lembaran kain panjang putih. Aksi tersebut membuatnya terayun, menciptakan gerakan-gerakan balet indah sambil sesekali melambung terbang tinggi mengikuti alunan musik.Pertunjukan ini, menurut juru bicara acara tersebut, Ria H.D., baru pertama kali ada di Indonesia. "Konsepnya berupa pertunjukan sirkus yang lengkap, aksi panggung memukau, karena menentang gravitasi yang bikin kagum sekaligus deg-degan," kata Ria.Untuk menarik perhatian, acaranya dikemas menjadi paket makan malam di restoran "wah". "Jadi, sebelum menyaksikan pertunjukan, pengunjung dimanjakan dengan hidangan menu Mandarin dari Xiang Garden Restaurant," tuturnya. Tiket dibanderol Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta, sudah termasuk dinner lengkap. l HADRIANI P

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.