Di Tengah Debat Capres Cawapres, Ahok Unggah Vlog Baru

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Megawati. twitter.com/basuki_btp

    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Megawati. twitter.com/basuki_btp

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP mengunggah vlog terbarunya bertepatan dengan momen debat Capres-Cawapres babak ke lima, Sabtu 13 April 2019.

    Dalam vlog terbarunya BTP mengemukakan alasan mengapa dirinya memutuskan untuk bergabung dengan PDIP. Vlog tersebut segera ramai dikomentari netizen yang mendukung pilihannya tersebut. Ada beberapa netizen yang berkomentar bingung mengikuti debat Capres atau menyimak vlog yang baru diunggah BTP.

    "Lagi nonton debat tiba-tiba bunyi notif (notifikasi) dari Pak BTP," tulis seorang netizen. Ada beberapa komentar bernada serupa lantaran debat Capres masih berlangsung malam ini.

    Ahok resmi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Staf Ahok yang juga merupakan calon legislator dari PDIP, Ima Mahdiah mengatakan Ahok sudah menjadi kader partai banteng dua hari setelah bebas dari penjara. "Sejak 26 Januari 2019," kata Ima kepada Tempo, Jumat malam, 8 Februari 2019.

    Baca: Ahok Jadi Kader PDIP Dua Hari Setelah Keluar Penjara

    Ima mengatakan Ahok masuk PDIP atas keinginan sendiri, bukan karena ajakan. Kata dia, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah menghadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sesaat setelah keluar dari penjara, 24 Januari. Jumat hingga Ahad ini, Ahok berkunjung ke DPD PDIP Bali bersama sejumlah petinggi DPP PDIP.

    Kabar Ahok merapat ke PDIP pun sebenarnya sudah tersiar lama. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyebut Ahok sudah lama ingin bergabung dengan partainya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.