Pencipta Musik Game of Thrones Tak Rela Karyanya Berakhir

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karakter Tyrion Lannister (kiri) dan Daenerys di Game of Thrones [TIME]

    Karakter Tyrion Lannister (kiri) dan Daenerys di Game of Thrones [TIME]

    TEMPO.CO, Jakarta - Serial televisi dunia Game of Thrones segera merilis musim terakhirnya, menutup cerita permainan tahta yang telah dimulai tujuh musim sebelumnya sejak 2011. Komposer musik Ramin Djawadi adalah salah satu yang terlibat dan mengetahui akhir dari alur cerita Game of Thrones.

    Kepada Reuters pada 9 April 2019, ia tidak membocorkan apapun tentang akhir kisah musim ke-8 Game of Thrones. Bahkan, Ramin Djawadi merahasiakan scoringmusik garapannya dari istrinya, sehubungan dengan musim akhir yang akan tayang di HBO pada 14 April 2019 mendatang.

    Djawadi mengatakan ia menonton serial Game of Thrones seorang diri, dan segera memetakan alur ceritanya. “Saya memulai dengan pertanyaan, ‘bagaimana cara saya melukiskan kisah ini secara musikal? apa yang akan saya lakukan dengan musiknya?' apalagi ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mencurahkan segalanya,” kata dia.

    Baca: Game of Thrones dalam Angka, Ini Faktanya

    Komposer keturunan Jerman dan Iran ini, telah menulis musik untuk tujuh musim serial televisi Game of Thrones. Dalam melukiskan tema utama kisah fantasi abad pertengahan tentang keluarga kerajaan, naga, dan zombi ini, Djawadi merumuskan dengan menggunakan alat musik cello. Selain itu, pria berusia 44 tahun ini juga menulis puluhan tema musikal untuk menggambarkan karakter yang berbeda.

    “Saya suka dengan bunyi dan jangkauan nada pada cello. Cello dapat menjangkauan nada yang rendah, dan ini dapat menunjukkan suasana yang gelap. Saya merasa cello menjadi pilihan yang tepat untuk memainkan melodi utama,” ujar dia.

    Baca: HBO Siapkan Studio untuk Tur Game of Thrones Bagi Penggemar

    Djawadi menghindari penggunaan flute. Bahkan instrumen piano hanya digunakannya di episode Light of the Seven pada akhir musim ke-6. Permainan piano muncul ketika Ratu Cersei secara diam-diam merencanakan balas dendam massal.

    Djawadi, yang memenangkan Emmy Awards pada 2015 atas gubahan musiknya untuk Game of Thrones, mengatakan bahwa instrumen flute sudah direncakan untuk tidak digunakan sejak awal. Hal ini ternyata telah didiskusikannya dengan David Benioff dan D.B. Weiss selaku sutradara serial televisi.

    “Hal ini muncul lantaran ide awal mengenai kisah fantasi ini, dan kami tidak ingin menggunakan flute untuk menggambarkan abad pertengahan,” ujar Djawadi.

    Baca: Daftar Pemain Prekuel Game of Thrones Dirilis

    Game of Thrones dikenal akan adegan kematian brutal yang menimpa karakter-karakter favorit. Bahkan, Djawadi masih merasa trauma terhadap adegan Putri Shireen yang dibakar pada tahun 2015, dan hilangnya raksasa berhari lembut, Hodor, tiga tahun lalu.

    “Saya menulis musik dari hati saya, karena itulah yang saya rasakan ketika menontonnya. Saya merasa sangat emosional. Terkadang saya perlu istirahat, menjauh dari pekerjaan saya, dan mengerjakan pekerjaan yang lain,” ujarnya.

     “Saya merasa sangat berat dan tak rela berpisah dengan musik yang saya ciptakan selama 8 musim Game of Thrones ini,” ucapnya. 

    HALIDA BUNGA FISANDRA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.