Cantik Luar-Dalam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Keramik itu berbentuk tabung memanjang dengan kedua ujung yang meruncing seperti peluru torpedo atau perahu kano. Karya berukuran 145 x 32 x 20 sentimeter ini diberi judul Melaju oleh sang empunya, Ahadiat Joedawinata. Bagian dalamnya diwarnai merah. "Warna itu melambangkan energi," kata Ahadiat.Perupa kelahiran Cirebon, 31 Januari 1943, ini memamerkan Melaju bersama 46 karya lainnya di O House Gallery dalam pameran bertajuk "Critical Point" pada 12-24 Maret 2008. Doktor seni rupa di Institut Teknologi Bandung ini mulai menonjolkan ciri khasnya sendiri, yakni keramik berdinding tipis dengan penekanan pada bagian dalamnya. Ketipisan keramik Ahadiat mencerminkan tema pameran yang ingin menunjukkan bahwa setiap benda ataupun manusia memiliki batasan maksimalnya. Ahadiat mengolah keramik hingga mencapai ketipisan yang merupakan batas bawah. Lebih tipis lagi, keramik itu akan pecah. Pasalnya, bahan stonewear yang digunakan Ahadiat harus dibakar pada suhu sekitar 1.200 derajat Celsius agar matang. Sebagian besar keramik karyanya diberi warna serta dipercantik bagian dalamnya. Warna merah pada karya Melaju, misalnya, ditambah dengan ornamen berupa sekat di dalamnya.Ketua Perhimpunan Keramik Indonesia Miranda Goeltom mengisahkan suatu ketika temannya memuji keramik yang dipasang di kantornya karena bagian dalamnya yang indah. "Tidak seperti keramik lainnya yang hanya menampilkan bagian luar," ujarnya ketika membuka pameran Ahadiat.Karya-karya Ahadiat, kata Miranda, menunjukkan secercah harapan bahwa dunia seni keramik Indonesia masih menunjukkan perkembangan yang menarik. Di luar itu, Miranda mengakui minimnya kegemaran generasi baru untuk menekuni bidang ini. "Karena itu, mari kita dukung keramikus kontemporer semacam Ahadiat," ujar Miranda, yang juga Deputi Senior Bank Indonesia.Kurator Jim Supangkat mengatakan kegemaran menghias bagian dalam keramik bermula dari ketertarikannya pada sebuah mangkuk wadah air. Dengan mata seorang desain interior, Ahadiat melihat tubuh keramik sebagai dinding pemisah yang menghadap ke luar dan ke dalam. "Dari pengamatan ini muncul renungan tentang inside dan outside," ujar Jim. Pertanyaan selanjutnya, bagian mana yang lebih penting? Yang dalam atau bagian luar? Bagi Ahadiat, kedua bagian itu ada dalam kehidupan manusia. Ia menganalogikan keramik seperti manusia. Ketika pertama kenal, yang dilihat adalah bagian luar. "Tapi, setelah mengenal, ternyata bagian dalamnya juga menarik," ujarnya. Semua karya Ahadiat yang dipamerkan dihasilkan dengan teknik pinching, yakni teknik memijat-mijat guna menyatukan lapisan-lapisan tanah liat stonewear. Ketekunan Ahadiat dalam memijit ini teruji pada karyanya yang menunjukkan kematangan teknik dan eksplorasi bentuk. Lihat saja karya lainnya yang berjudul Perputaran. Keramik berwarna pastel itu mirip labirin melingkar atau lebih dikenal dengan maze. Sebagian besar karya Ahadiat yang dipamerkan adalah yang berbentuk tempayan dengan berbagai sentuhan seni. Lihat saja, misalnya, karya Energi yang Terlipat. Di salah satu bibir tempayan berdiameter 40 cm itu terdapat dua lipatan yang menyerupai lambang petir. Bagian dalamnya tetap diwarnai merah sebagai lambang energi. TITO SIANIPAR

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.