Berkelana Ke Bulan Pakai Kamera VR dengan Karya Seni Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa jurnalis mencoba sensasi pengalaman luar angkasa di booth VIVE,HKCEC, Hong Kong, 28 Maret 2019. Tempo/Dian Yuliastuti.

    Beberapa jurnalis mencoba sensasi pengalaman luar angkasa di booth VIVE,HKCEC, Hong Kong, 28 Maret 2019. Tempo/Dian Yuliastuti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang perempuan terlihat  duduk mengenakan kamera virtual reality (VR) di kepala mereka, di sebuah i di lingkungan selasar hall Hong Kong Conventrion and Exhibition Centre pada Kamis, 28 Maret 2019. Salah satu dari mereka terlihat mengedepankan dua tangannya dalam gerak lambat, dan kembali meletakkan tangan di pangkuannya. Sementara perempuan yang lain terlihat diam, tangannya hampir tak bergerak-gerak. Mereka sedang mencoba merasakan sensasi pengalaman perjalanan ke luar angkasa dari kamera itu.

    Baca: Tip Foto Selfie Terbaik ala Pria Terseksi 2018 Idris Elba

    Sensasi pengalaman itu adalah karya dari dua seniman Laureie Anderson dan Hsin –Chien Huang yang berjudul To The Moon. Anderson adalah seniman Amerika Serikat pemenang  Grammy Award dan Hsin –Chien Huang adalah seniman media baru asal Taiwan. Karya ini  dihadirkan di HTC VIVE di lantai 3 Concourse Hong Kong Convention and Exhibition Centre.

    Dengan kamera itu, pengunjung seperti diajak pergi menjelajah angkasa, seperti seorang astronot. Kita diajak mengeksplorasi permukaan bulan secara virtual. Ketika gelang merah di tangan menyala, kita  bisa mulai bergerak. Menggerakkan kedua tangan maju ke depan berarti menambah kecepatan, sementara jika hanya diam atau bergerak sedikit saja pengunjung seperti bergerak lambat. Pada mulanya akan melihat tebaran cahaya gemintang bertaburan laksana curahan kembang api. Kemudian kita seperti akan menapak di permukaan bulan dengan sebuah pesawat. Pengunjung lalu akan melihat  permukaan bulan yang berkawah-kawah, bumi bulat yang biru kehijauan di kejauhan.

    Dari permukaan bulan di kejauhan kita melihat beberapa wujud binatang antara lain seperti dinosaurus, harimau, jerapah, gajah. Kita seperti bisa menabraknya, tapi bisa juga bergerak melayang di atas mereka. Ketika bergerak semakin menjauh dari permukaan, berada di angkasa raya yang gelap dengan taburan benda-benda angkasa dan bintang. Sesekali batu terlempar menabrak kaca pesawat kita dan membuat kaca sedikit retak.

    Terasa kita berada di angkasa raya yang maha luas tak terbatas, tanpa ada siapapun  terasa asing dan sendiri, melayang-layang. Layar kemudian berganti kembali menapak di permukaan.Di tengah kesendirian itu, kita tiba-tiba seperti berjalan di atas keledai. Perlahan tapi pasti berjalan terus ke depan dan samar-samar terlihat sebuah bendera melambai-lambai. Bendera Amerika Serikat, lalu Rusia, Cina dan Italia.

    Beberapa jurnalis mencoba sensasi pengalaman luar angkasa di booth VIVE,HKCEC, Hong Kong, 28 Maret 2019. Tempo/Dian Yuliastuti.

    Karya ini terinspirasi dari pengalaman Anderson ketika ia sebagai seniman pertama yang menjalani residen di NASA untuk mengembangkan  karya berjudul To The Moon. Sebagai sebuah karya untuk memperingati  50 tahun pendaratan manusia ke bulan. karya yang mendalam ini menganggap bulan sebagai tempat penelitian ilmiah, metafisik, dan kreatif yang berlaku, yang menggambarkan sumber-sumber yang beragam seperti mitologi, sastra, sains, dan politik. Hsin chien Huang yang berlatar belakang seorang pemrogram ketika membuat karya terinspirasi kisah The Little Prince. Sementara  Anderson menggunakan lirik lagu dari lagu Ramon, album yang menjadi nomine Grammy pada 1986.

    Hsien saat ditemui di booth menjelaskan karya ini merupakan karya ketiganya dengan media baru VR bersama Anderson. Sebelumnya mereka berdua memenangkan penghargaan Best VR Experience pada Festival Film Venesia 2017 untuk instalasi berjudul La Camera Insabbiata. “Kami sudah saling mengenal lama dan mudah menyatukan ide untuk karya ini. Apalagi ini merupakan karya ketiga,” ujarnya.

    Baca: Suka Memotret dengan Smartphone? Ini Tip dari Jay Subiyakto

    Dia juga menjelaskan kerja kamera ini  mengajak pengunjung mendapatkan pengalaman berbeda sudut pandang, dari segi politik dan literatur. Karya ini mengajak pengunjung dengan pengalaman berbagai cara pandang.

    DIAN YULIASTUTI (HONG KONG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.