Kritik Hukum Syariah, Elton John Ikut Boikot 9 Hotel di Brunei

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi asal Inggris, Elton John meraih penghargaan Crystal Awards dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 22 Januari 2018. Elton John menerima penghargaan atas upayanya memimpin Elton John AIDS Foundation EJAF yang berhasil mengumpulkan lebih dari 400 juta dana untuk mendukung ratusan program pencegahan/pelayanan dan advokasi HIV/AIDS di seluruh dunia. AP Photo

    Musisi asal Inggris, Elton John meraih penghargaan Crystal Awards dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 22 Januari 2018. Elton John menerima penghargaan atas upayanya memimpin Elton John AIDS Foundation EJAF yang berhasil mengumpulkan lebih dari 400 juta dana untuk mendukung ratusan program pencegahan/pelayanan dan advokasi HIV/AIDS di seluruh dunia. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Inggris Elton John akhirnya mengikuti jejak aktor George Clooney yang sebelumnya menyerukan boikot terhadap sejumlah hotel milik pemerintah Brunei.

    Seruan boikot ke sejumlah hotel mewah milik warga Brunei Darussalam tersebut merupakan protes atas rencana negara yang akan memberlakukan hukuman mati kepada gay dan pelaku zina. Lantas sikap George tersebut turut dipuji dan diikuti Elton John lantaran hukum yang diterapkan mendiskriminasi kaum gay.

    Elton John mengungkapkan sikapnya melalui akun Twitternya. "Saya memuji teman saya, George Clooney, karena mengambil sikap menentang diskriminasi antigay dan kefanatikan yang terjadi di negara Brunei -tempat di mana orang-orang gay dilecehkan, atau lebih buruk lagi- dengan memboikot hotel-hotel Sultan," 30 Maret 2019.

    Elthon John turut memikirkan soal tindakan boikot yang ia suarakan mengikuti George Clooney. Tak dipungkiri ia turut memikirkan soal nasib para karyawan hotel jika terjadi boikot. "namun langkah ini harus diambil sebagai pesan bahwa hukuman mati bagi homoseksual tidak dapat diterima," lanjut John.

    Pekan lalu, Clooney menyampaikan seruannya itu lewat opininya yang dimuat di situs Hollywood, Deadline.com pada hari Kamis, 28 Maret 2019. Ia mengatakan memboikot sembilan hotel milik warga Brunei di Inggris, Perancis, Italia, hingga Amerika Serikat. "Setiap kali kita menginap atau mengadakan pertemuan atau makan di salah satu dari 9 hotel ini, kita secara langsung memasukkan uang ke pundi orang-orang yang memilih untuk melemparkan batu dan mencambut warga mereka sendiri karena menjadi gay atau dituduh berzinah," tulis Clooney seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 291 Maret 2019.

    Clooney menyebut 9 hotel milik warga Brunei itu merujuk pada perusahaan The Brunei Investment Compnay pemilik 9 hotel mewah di Amerika Serikat dan Eropa termasuk hotel Beverly Hills, The Dorchester di London, dan Plaza Athenee di Paris.

    Baca: Brunei Hukum Mati Gay, George Clooney Serukan Boikot 9 Hotel Ini

    Selain Clooney, terdapat sejumlah tokoh yang mendukung aksi boikot ini. Di antaranya sutradara Dustin Lance Black, penyanyi Amerika Rufus Waingwright dan Belinda Carlisle. Lalu ada pula sejumlah politikus di Inggris dan Eropa, aktivis Amnesty International dan sejumlah organisasi HAM di Asia juga turut menyuarakan protes atas rencana Brunei Darussalam menerapkan hukuman mati (dengan melempar batu atau mencambuk) terhadap gay, pelaku perzinahan, dan juga pemerkosa.

    TWITTER | TEMPO.CO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H