Sensasi Cinta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Bagaimana rasa singkong keju? Ya, bila cara menggoreng singkong serta memadukan cokelat dan keju tepat, bisa jadi sensasi rasanya bakal luar biasa. Namun, jika kualitas singkongnya payah, cokelat dan keju pun tidak enak. Yang muncul hanya sebuah kejengkelan, "Singkong lagi, singkong lagi!"Keingintahuan tentang rasa semacam itulah yang muncul ketika melihat adegan awal film ini. Sedari awal sudah bisa ditebak, kira-kira seperti apa penulis skenario, Aline Brosh McKenna, bakal mengakhiri kisahnya. Namun, penonton jadi bertanya, bagaimana McKenna, yang sebelumnya sukses lewat The Devil Wears Prada, meramu kisahnya hingga penonton harus menyimak tiap scene yang disodorkannya? Akankah menjadi kisah dengan sensasi luar biasa, atau sebaliknya, memunculkan kejengkelan lama, "Cinta lagi, cinta lagi!"Kisah cinta ini awalnya bergulir dari seorang pegawai kantor perancang pesta pernikahan bernama Jane Nichols (diperankan oleh Katherine Heigl). Dia tak hanya perancang pesta, tapi juga tampil sebagai pendamping pengantin dengan gaun khusus sesuai dengan tema pesta pernikahan. Dari ketekunannya bekerja itulah, Jane punya koleksi 27 gaun yang berbeda tema.Sejak pertama kali bekerja di kantor itu, Jane menaruh hati pada bosnya, George (Edward Burns). Menurut Jane, ada begitu banyak pertanda yang mengisyaratkan bahwa George mencintainya. Namun, persis wanita Jawa, Jane tidak berani berterus terang kepadanya.Dalam situasi itu, Tess (Malin Akerman), adik kandung Jane, datang. Tanpa diduga, George jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Tess. Merasa ada lelaki mapan, tampan, dan kaya raya yang mendekatinya, Tess pun berusaha membalas cintanya dengan mengumbar kebohongan yang menggunung. Tess mengaku memiliki banyak kesamaan dengan George, mulai gemar anjing hingga vegetarian.Repotnya, George sering meminta Jane mengatur pertemuannya dengan Tess. Maka bisa dibayangkan, betapa remuk hati Jane menghadapi situasi ini. Apalagi Jane akhirnya dipaksa menjadi pengelola acara pernikahan pria idamannya itu dengan Tess. Berbagai persoalan pun jadi beban berat bagi Jane. Dia harus sadar bahwa bosnya ternyata tidak menaruh hati padanya. Tak hanya itu, dia harus melihat pujaan hatinya dibohongi habis-habisan oleh adik kandungnya sendiri. Beban tersebut akhirnya meledak ketika Jane tahu, gaun pengantin mendiang ibunya dirombak habis oleh Tess hingga tinggal rendanya yang tersisa. Jane pun "mengamuk". Rencana pernikahan Tess dan atasannya akhirnya dibatalkan. "Kamu ternyata tidak pernah memikirkan orang lain," kata Jane kepada Tess di puncak kemarahannya. Tema yang sangat umum ini digarap sutradara Anne Fletcher sehingga terasa lebih Indonesia ketimbang kebanyakan film komedi lokal yang belakangan menjamur. Persoalan yang diangkat tidak mengada-ada. Dialog dan adegan yang diusung juga tidak mengobral idiom yang biasanya muncul dalam situs-situs porno. Ini masih didukung akting prima Katherine Heigl. Dan, oh ya, seperti pembicaraan tentang singkong keju tadi, film ini memang punya sensasi yang lebih dari sekadar komedi romantis tentang cinta. l NUR HIDAYATJudul Film: 27 DressesSutradara: Anne FletcherPenulis: Aline Brosh McKenna Genre: Komedi romantis Pemain: Katherine Heigl, Edward Burns, Malin Akerman, Judy GreerProduksi: Fox 2000 PicturesDurasi: 107 menit

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.