Nia Dinata Setia jadi Golput Sebelum 2014, Sekarang Tidak Lagi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara dan produser film Nia Dinata mengaku dulu termasuk orang yang tidak peduli pada politik. Itu sebabnya, ia memilih golongan putih alias golput hingga pemilihan umum atau pemilu 2014 lalu.

    Baca: Film Nia Dinata jadi Pembuka di Festival Film Firenze

    "Buat saya itu personal sekali. Sebelum 2014, saya golput, enggak pernah memilih sama sekali, enggak peduli karena saya masih merasa bahwa siapa pun pemenangnya kita tidak ada risiko apapun," ungkap Nia kepada wartawan, Jumat, 22 Maret 2019. 

    Tapi pada pemilu yang akan digelar 17 April 2019 mendatang dia berjanji tidak akan golput lagi. Itu karena pemikiran Nia tentang politik mulai terbuka belakangan ini.

    Meski pengetahuanya soal politik tidak terlalu mendalam, Nia Dinata memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dianggapnya membawa angin segar dalam dunia perpolitikan.

    "Saya bukan orang partai, saya enggak suka politik praktis, tapi saya melihat kemunculan PSI sebagai angin segar di dunia perpartaian Indonesia. Partai ini berani mendobrak semua itu," kata Nia Dinata.

    Mengenai dua calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Nia Dinata punya pandangannya sendiri. Sutradara film Berbagi Suami ini mengaku sudah menjatuhkan pilihannya.

    BacaSwitch, Drama Serial Tentang Perempuan dari Nia Dinata

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.