Aura Kasih Sebut Kehamilannya Rezeki yang Tak Bisa Dibeli

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tidak hanya ular, Aura Kasih melalui Instagram Story juga memvideokan seekor tarantula. Instagram/@aurakasih

    Tidak hanya ular, Aura Kasih melalui Instagram Story juga memvideokan seekor tarantula. Instagram/@aurakasih

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menikah dengan Eryck Amaral, Aura Kasih (31) mengandung anak pertama. Meski hamil, Aura Kasih beraktivitas seperti biasa. Bulan ini misalnya, ia mempromosikan film The Sacred Riana Beginning. Dalam film itu, ia beradu akting dengan Prabu Revolusi, Citra Prima, dan The Sacred Riana. Hamil tak membuat Aura Kasih sepi tawaran kerja. Ia mengaku ditawari 3 proyek layar lebar baru.

    "Beberapa rumah produksi menawarkan film baru. Total ada 3 tawaran film namun saya enggak berani menjanjikan. Satu di antaranya akhirnya syuting tanpa saya. Ini bukan menolak rezeki. Janin yang saya kandung ini adalah rezeki yang enggak bisa diuangkan. Setelah ini saya cuti, mau urus bayi dan suami dulu. Cuti berapa bulan saya belum tahu," tutur Aura Kasih belum lama ini.

    Meski sedang berbadan dua, fisik Aura Kasih tak banyak berubah. Ia mengaku tak terlalu peduli pada penampilan. "Saya enggak terlalu peduli soal fisik. Mau gemuk atau kurus, yang namanya hamil fisik pasti berubah. Buat para perempuan yang sedang hamil di luar sana, jangan takut gemuk. Gendut mah bisa dipangkas dengan olahraga, kalau perlu operasi. Tapi, punya anak itu susah. Punya keturunan adalah rezeki yang enggak bisa dibeli," imbuh Aura Kasih.

    Baca: Aura Kasih Ngidam Bermain Ular, Netizen: Itu Hewan Setan

    Anak, kata Aura Kasih, merupakan berkah yang paling berharga. Jadi kalau hamil, disyukuri saja. "Nikmati saja proses kehamilan ini. Suplemen dan vitamin tentu saya konsumsi. Makan mah makan saja. Saya enggak takut gemuk. Kapan pun di mana pun, saya makan," ujar dia.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.