Film Bumi Itu Bulat Gandeng GP Ansor, Ingin Cairkan Hawa Pilpres

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Patricia, Christine Hakim, sutradara Robert Ronny, desainer Jenahara Nasution dan komedian Arie Kriting foto bersama usai talkshow toleransi dalam Film Bumi Itu Bulat kawasan Kemang, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Putri Patricia, Christine Hakim, sutradara Robert Ronny, desainer Jenahara Nasution dan komedian Arie Kriting foto bersama usai talkshow toleransi dalam Film Bumi Itu Bulat kawasan Kemang, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Produser Film Bumi Itu Bulat Robert Ronny mengatakan filmnya yang digarap bersama Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor, sayap organisasi Nahdlatul Ulama, akan tayang pada 11 April 2019. "Saya harap film ini menggugah semua, masalah toleransi masalah semua," ujar Robert di Ecology Bistro, Senin, 11 Maret 2019.

    Robert mengatakan film yang mengangkat isu toleransi beragama ini sebagai pendingin masa-masa menjelang Pemilu pada 17 April 2019. Dia menuturkan, tidak mencari keuntungan materi dari film ini, yang penting pesan perdamaian sampai ke masyarakat.

    Kendati film Bumi Itu Bulat tayang mendekati masa-masa Pemilu, Robert Ronny memastikan tidak ada unsur politik dalam penayangan film ini. Dia menjelaskan, ini merupakan proyek pribadinya yang melihat adanya perubahan perilaku di masyarakat.

    Desainer Jenahara Nasution ditemui usai talkshow toleransi dalam Film Bumi Itu Bulat kawasan Kemang, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. Film Bumi Itu Bulat merupakan karya dari Robert Ronny bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. TEMPO/Nurdiansah

    Menurut Robert Ronny, tendensi ketegangan menjelang Pilpres kian tinggi. Hal itu disebabkan fanatisme dari pendukung kedua belah pihak. Tema Asian Games juga dia angkat dalam cerita Film Bumi Itu Bulat.

    Dalam Asian Games, kata Robert Ronny, seluruh rakyat Indonesia bersatu untuk mendukung para atlet tanpa melihat latar belakang antar pendukung. "Semuanya bisa menjadi satu, itu yang saya harapkan dari masyarakat Indonesia," ucap Robert Ronny.

    Film yang menceritakan kisah empat orang sahabat ini dibubuhkan unsur musikal. Dan lagu-lagu yang akan ditampilkan merupakan lagu kebangsaan. Robert berharap masyarakat, terutama generasi muda, menonton film yang penuh dengan pesan perdamaian dan toleransi.

    Artikel lainnya:
    Film Dilan 1991 Raih Dua Penghargaan MURI
    3 Film Oscar yang Wajib Ditonton versi Oka Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.